Dari Hari Pers Nasional Tahun 2018 di Padang Sumbar | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Ketua Dewan Pers RI menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh pers.(Foto.AN) Ketua Dewan Pers RI menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh pers.(Foto.AN)

Dari Hari Pers Nasional Tahun 2018 di Padang Sumbar

Papua Selatan Penulis  Kamis, 08 Februari 2018 18:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Pers Harus Kuat dan Matikan Berita Hoax’

 

PADANG,ARAFURA- Sebanyak 2500 pelaku Pers dari seluruh Indonesia hadir di Ranah Minang tepatnya Kota Padang Sumatera Barat untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018. HPN yang jatuh tepat pada hari ini, Jumat 9 Februari merupakan agenda tahunan Dewan Pers RI dalam mengevaluasi perjalanan Pers Indonesia. Dan PWI Kabupaten Merauke mendapat undangan resmi Dewan Pers untuk ikut hadir mewakili media-media yang ada di Propinsi Papua.

Dalam kegiatan HPN, salah satunya adalah menyangkut Konvensi Nasional media massa yang sehat dan berimbang untuk mempertahankan eksistensi media massa nasional . Tentunya dalam lanskap informasi global,dimana menekankan Pers indonesia tumbuh kuat dan mematikan perkembangan berita Hoax atau fitnah yang kian mengkuatirkan.

Ketua Dewan Pers RI Josep Adi Prasetyo mengatakan bahwa dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 ada prinsip-prinsip tentang kemerdekaan pers. Pers Indonesia dalam tingkat profesionalismenya memiliki kebebasan yang berkonpromi dengan keadilan dan demokrasi.


“Pers indonesia harus bebas dari tekanan apapun juga. Ada independensi yang tidak tersandera oleh kepentingan sosial politik. Tentunya performace dalam menggunakan kebebasan pers itu sendiri, sehingga pers terbebas dari informasi Hoax. Pers indonesia wajib mematikan informasi Hoax,”ungkap Ketua Dewan Pers dihadapan ribuan insan pers dan petinggi organisasi pers di Gedung Padang Convention Center, Kemarin Kamis ,8/1.

Menurutnya, saat ini perkembangan media di Indonesia kian pesat yakni 42 ribu media terdiri dari 2 ribu media cetak dan sisanya elektronik termasuk media online. Namun hanya 567 media yang diakui oleh Dewan Pers berdasarkan hasil verifikasi atau uji kelayakan. Kini media cetak maupun elektronik hanya mencapai angka 321 sebagai media resmi. Sedangkan media online dari data yang dihimpun mencapai 43 ribu media online, yang rata-rata adalah media clonning maksudnya informasi dari Medsos (media sosial).

Untuk itu kata Josep, sudah saatnya media-media resmi kuat dan tumbuh kembali pada prinsip-prinsip dasar yang ada dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Hadirnya semua piminan PWI Se Indonesia dalan HPN di Kota Padang, adalah untuk saling tukar informasi dan menyamakan persepsi dalam upaya menghadapi perkembangan media-media online yang mengarah pada berita Hoax atau fitnah. Dewan Pers, akan melakuan verifikasi semua perusahaan pers dan pelaku pers yaitu para jurnalis.

“Perkembangan berita hoax sudah pada tingkat yang mengkuatirkan akibat perkembangan Iptek. Melalui ponsel maka informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat beredar luas dan memiliki efek di masyarakat. Untuk itu kualifikasi akan dilakukan Dewan Pers untuk seluruh media termasuk online dengan melakukan kerjasama yang sudah terjalin bersama Polri.

“Kita akan cegah makin meluasnya berita online yang sifatnya Hoax. Bersama Polri dan Kominfo kita akan verifikasi semua media termasuk para wartawannya,”papar Josep.


Puncak HPN Tahun 2018 di Padang Sumatera Barat akan dilakukan hari ini Tanggal 9 Febrari dimana Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri bersama 34 perwakilan Kedubes dipastikan hadir. Dengan mengambil Thema HPN Tahun 2018 yakni ‘Meminang Keindahan Di Padang Kesejahteraan’ maka ribuan insan pers akan mengikuti berbagai kegiatan dalam menyemarakkan hari pers nasional.

Dibaca 390 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.