Kenaikan Harga Barang Jasa Sebabkan Merauke Alami Inflasi | Pasific Pos.com

| 20 June, 2018 |

Kepala BPS Merauke, Ir.Trisno L.Tamanampo Kepala BPS Merauke, Ir.Trisno L.Tamanampo

Kenaikan Harga Barang Jasa Sebabkan Merauke Alami Inflasi

Papua Selatan Penulis  Kamis, 08 Februari 2018 18:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pada Januari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,91. Dari 82 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 dan inflasi terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,12 dan deflasi terendah terjadi di Meolaboh sebesar 0,14. Inflasi tahun kalender Merauke di Bulan Januari 2018 sebesar 0,85 dan inflasi year on year (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 1,08 persen.

Inflasi di Merauke terjadi karena adanya kenaikan harga barang dan jasa ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,18 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar mengalami sebesar 0,07 persen, sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok sandang sebesar -0,19 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,75 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,19 dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar-1,16 persen.

Demikian dikemukakan Kepala BPS Merauke, Ir.Trisno L.Tamanampo kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/2). Lebih lanjut dikemukakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Merauke dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2012 (2012 = 100) hasil SBH 2012, di Merauke pada Januari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,85 persen atau terjadi kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,77 pada Desember 2017 menjadi 134,91 pada Januari 2018. Secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi.

Inflasi di Merauke terjadi karena adanya kenaikan harga barang dan jasa ditunjukkan oleh kenai-kan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,18 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami sebesar 0,07 persen, sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok sandang sebesar -0,19 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,75 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,19 dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -1,16 persen.

Faktor pendorong terjadinya inflasi di Merauke bulan Januari 2018 adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain ikan mujair, beras, daging ayam ras ikan kembung, bawang merah, tahu mentah, kangkung, bayam dan lain-lain. Komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan udara, telur ayam ras, daging ayam kampung, obat dengan resep, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, tomat buah dan lain-lain. Adapun besaran andil masing-masing kelompok komoditi terhadap inflasi pada Januari 2018 di Merauke adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,0082 persen; kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,0227 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0163 persen; kelompok sandang sebesar -0,0095 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,0389 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,0088 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,136 persen.

Dibaca 136 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik