Yan Torey Ngaku Terima Dana Sekitar 1,2 Miliar Dalam Kardus | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Yan Torey Ngaku Terima Dana Sekitar 1,2 Miliar Dalam Kardus

Papua Barat Penulis  Kamis, 01 Februari 2018 09:53 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari yang dipimpin Aris S. Harsono, SH, MH melanjutkan persidangan kasus dugaan korupsi dana program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas), Rabu (31/1).

Sidang kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Wondama pada Tahun Anggaran 2015 senilai Rp. 2,5 miliar atas terdakwa William Anthony Torey selaku Kepala Bidang SMP, beragenda pemeriksaan saksi.


Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Ramli Amana, SH menghadirkan saksi Yan Torey selaku bendahara kegiatan PKP-SPM Dikdas dan staf Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Wondama, Soleman Marani.


Dalam keterangannya, Yan Torey mengaku menerima dana dari terdakwa sekitar Rp. 1,2 miliar dalam kardus dan uang itu disimpan saksi saat kegiatan sedang berlangsung.


Selanjutnya, ungkap Yan Torey, dari anggaran itu sudah digunakan Rp. 900 juta untuk membiayai kegiatan dan sisa anggaran sebesar Rp. 208 juta dikembalikan ke terdakwa tanpa membuat berita acara penyerahan uang sisa. Kemudian, ia menambahkan, terdakwa memberikan uang sebesar Rp. 15 juta sebagai balas jasanya selaku bendahara pelaksana program PKP-SPM Dikdas.


Ditambahkan Yan Torey, dalam prosesnya, pihaknya harus menyewa per longboat sebesar Rp. 1,5 juta sekali jalan ke beberapa tempat pelaksanaan PKP-SPM Dikdas.


Sedangkan saksi Soleman Marani menuturkan, dirinya bersama 2 rekannya melakukan kegiatan monitoring ke dua SD dan 1 SMP. Namun, kata Marani, dalam monitoring ke sekolah, dia bersama rekannya tidak memakai longboat, tetapi memakai transportasi darat.


Ia mengaku dalam kegiatan monitoring itu, dia bersama kedua rekannya mendapat uang saku sebesar Rp. 1,2 juta sekali monitoring ke sekolah. Dikatakannya, kegiatan itu tidak diberikan breafing terlebih dahulu, tetapi dia bersama ketua, melakukan monitoring langsung ke 2 SD dan 1 SMP di Kabupaten Teluk Wondama.


Usai persidangan, Alberth Matakupan, SH selaku penasehat hukum terdakwa, Williams Torey menuturkan, pihaknya sudah menanyakan tentang mekanisme pembayaran. Pada prinsipnya, pembayaran diserahkan sepenuhnya ke bendahara, dalam hal ini Yan Torey.


“Anggaran sebesar Rp. 1,250 miliar sepenuhnya tidak digunakan terdakwa, tapi terdakwa menyerahkan ke bendahara untuk membayar para peserta kegiatan,” ungkap Matakupan kepada Tabura Pos di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, kemarin.


Menurutnya, ada 12 kegiatan dimana ke-12 kegiatan ini sudah berjalan sesuai Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA). Ia menyebutkan, dana itu bersumber dari APBD Kabupaten Teluk Wondama pada 2015, tetapi petunjuk Kementerian Pendidikan, dana itu dalam bentuk hibah, yakni diganti dari dana Uni Eropa.


Nanti, sambung dia, setelah digunakan dana sebesar Rp. 1,25 miliar, terdakwa membuat laporan pertanggungjawaban ke Kementerian Pendidikan dan setelah laporan itu diterima Kementerian, akan dikembalikan dana sebesar Rp. 1,25 miliar dan bukti pengembalian sudah ada.


“Kami teman-teman pengacara sudah dapat dokumennya dan kami akan buktikan di ruang sidang dana tersebut sudah dikembalikan. Untuk tahap I dan tahap 2 sudah dikembalikan, sementara tahap 3 dan tahap 4 sementara masih dalam proses,” jelas Matakupan.


Diutarakan Matakupan, kemungkinan pihaknya akan menghadirkan 2 saksi meringankan dari Kementerian Pendidikan, tetapi setelah pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan JPU. Ditambahkannya, pada prinsipnya, dalam kasus ini sudah ada pengembalian, baik pada tahap 1 dan 2, sedangkan tahap 3 dan 4 sementara dalam proses pengembalian.


“Tujuan kami menghadirkan saksi meringankan dari Kementerian Pendidikan untuk menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada pengembalian dana dari Kementerian Pendidikan ke Uni Eropa,” pungkas Matakupan. [FSM-R1] 

Dibaca 893 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.