Samuel Kogoya : Ketua KONI Yang Baru Harus Punya Potensi | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Ketua KONI  Tolikara, Samuel Kogoya, SH. MM. Ketua KONI Tolikara, Samuel Kogoya, SH. MM.

Samuel Kogoya : Ketua KONI Yang Baru Harus Punya Potensi

Olahraga Penulis  Minggu, 28 Januari 2018 23:02 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

 

Jayapura, - Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Tolikara, Samuel Kogoya, SH. MM mengatakan, memasuki batas akhir jabatannya, ia ingin memberikan kesempatan kepada orang lain yang mempunyai potensi yang cukup baik untuk bisa menggatikan dirinya sebagai Ketua KONI Kabupaten Tolikara.

Hanya saja kata Samuel Kogoya, semua itu dikembalikan lagi kepada Bupati yang dapat menentukan siapa yang dan siap.


"Semua kembali kepada pak Bupati, karena beliau yang dapat menentukan siapa yang bisa dan siap naik mengantikan saya. Tetapi hingga kini keputusan itu belum diturunkan padahal massa jabatan saya sudah berakhir pada bulan september 2017, " kata Samuel Kogoya kepada Pasific Pos, Minggu (28/1/18) di Jayapura.


Apalagi kata Samuel, selama ini pendanaan KONI bersumber dari pemerintah yang masih dalam status binaan dan belum ada sposor sama sekali meskipun semua struktur ditentukan oleh Bupati.


“Tapi tetap masih dalam kerangka sidang agar pengurus lama dapat mempertangungjawabkan apa yang sudah dilakukan. Jadi tidak melewati mekanisme pemilihan karena itu semua dari penilaian pak Bupati ," ujarnya.


Namun diakuinya, untuk menjadi seorang ketua KONI pada dasarnya haruslah orang yang memiliki dasar untuk mengembangkan olah raga serta jiwa untuk berkorban, karena ada masanya ketika pendanaan KONI tidak ada lagi sedangkan banyak kegiatan KONI yang harus berjalan.


"Jadi pertimbangan ini juga penting dimana ketua KONI harus siap korbankan waktu tenaga, pikiran serta masalah pendanaan untuk semua kegiatan KONI. Itu harus dipikirkan semua. Yang terpenting harus ada jiwa besar mengabdi dan rela berkorban dulu itu yang terpenting," ungkapnya.


Samuel Kogoya yang juga merupakan Ketua Bappeda Tolikara ini mengatakan, apalagi kita akan menghadapi PON ke XX pada tahun 2020 mendatang, sehingga untuk Tolikara sendiri dari semua cabang olahraga yang ada yang menjadi prioritas.


“Dari Tolikara hanya dua cabang olahraga (Cabor) yang akan ikut PON, yakni Paralayang dan Galanita. Apalagi semua pendanaannya dari pemerintah. Jadi kita hanya fokus pada kedua Cabor itu., karena yang berpotensial bagi Tolikara di dua Cabor itu, jadi masyarakat luas sudah mengenal kita," ungkapnya.


untuk itu lanjut Samuel, jika semua Cabor kita geluti maka pasti prestasi tidak dapat dicapai. Sehingga kita hanya berfokus pada Galanita dan Paralayang saja.


Bahkan ujar Samuel Kogoya, masyarakat luas sudah mengenal atlet berbakat untuk Paralayang dan Galanita untuk Papua hanya dari Tolikara.


"Untuk Galanita, atlet akan kami rekrut kembali yang berpotensi dan cukup muda. Apalagi untuk Asean Games 2018 pastinya akan direkrut cukup banyak," ujar Samuel Kogoya.


Sementara untuk persiapan Asean Games kata Samuel Kogoya, juga akan diadakan berbagai turnamen untuk Persitoli, sedangkan untuk PON akan diupayakan untuk dipertandingkan karena Papua berpotensi emas ada di Paralayang.


"Di Papua, baru di Tolikara yang mengembangkan Cabor Paralayang dan tahun ini kita akan merekrut atlet lagi sebanyak 10-15 untuk Paralayang karena untuk melatih mereka juga membutuhkan biaya yang cukup besar ," bebernya.


Namun, ia berharap agar regenarisi atlet tidak putus, melainkan hal ini harus dijaga dan terus pertahankan.


“Kalau di Negara lain, kita lihat sepak bola wanita itu tidak jauh beda dari laki-laki, hanya di Indonesia olahraga Galanita ini tidak cukup popular, padahal itu sama dengan pertandingan sepak bola. Hanya yang membedakan disini jenis kelamin mereka saja, “ pungkasnya. (Tiara)

Dibaca 1132 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.