DPRP Kecewa Terhadap Sikap Pemprov yang Lambat Tangani Gizi Buruk di Asmat | Pasific Pos.com

| 15 August, 2018 |

Waket I DPR Papua, Edoardus Kaize. Waket I DPR Papua, Edoardus Kaize.

DPRP Kecewa Terhadap Sikap Pemprov yang Lambat Tangani Gizi Buruk di Asmat

Headline Penulis  Rabu, 17 Januari 2018 23:01 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Edo Kaize : Gubernur dan Jajarannya Segera Ambil Langkah

 

 

Jayapura,- Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Asmat merasa kecewa terhadap tindakan Pemerintah Provinsi Papua yang dianggap terlalu lambat dalam menangani kasus Gizi Buruk dan Campak yang mengakibatkan 61 balita dan anak meninggal dunia di Kabupaten Asmat.

Bahkan kata Edo sapaan akrabnya, langkah-langkah penanganan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi itu dalam hal ini Gubernur serta jajarannya sangat lambat.

“Misalnya saja obat dan vaksin sudah ada di Jayapura untuk penyaluran sampai di Kabupaten Asmat atau pada titik titik yang terkena Campak dan Gizi Buruk, itu terlambat sekali ditangani, “ kata Edoardus Kaize kepada Pasific Pos di ruang kerjanya, Rabu (17/1/18) sore.

Untuk itu, tandas Edo, sebagai pimpinan DPR dan juga sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Asmat, ia menegaskan kepada Gubernur Papua, dan kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, supaya segera mengambil langkah-langkah untuk penanganan kasus Gizi Buruk dan Campak di Kabupaten Asmat.

"Saya sebagai Pimpinan DPR dari Dapil Kabupaten Asmat dengan tegas meminta kepada Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan provinsi untuk segera mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus Campuk dan Gizi Buruk hingga mengakibatkan 61 balita dan anak meninggal dunia di Asmat, “ tegas Edoardus Kaize yang biasa di sapa Edo ini.

Untuk itu, Gubernur beserta jajarannya khususnya Kadis Kesehatan Provinsi Papua diminta untuk lebih serius dalam menangani masalah ini.

"Sebenarnya penyakit ini muncul karena kekurangan tenaga medis di tempat itu yang masuk dalam distrik pulau tiga di Asmat, “ kata Edo.

Menurut legislator Papua ini, kejadian ini bukan hanya kali ini terjadi akan tetapi itu dampak dari 5-10 tahun lalu, tapi dampaknya baru sekarang terlihat di permukaan.

"Misalnya kalau kita tidak sejak dulu memberikan imunisasi, maka sistem kekebalan tubuh akan berkurang dan menurun dan dampaknya berujung pada hari ini, hingga mengakibatkan pada kematian," ujar Politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Menurut Edo Kaize, seharusnya pemberian imunisasi sejak dulu sudah harus diberikan, tapi mengapa tidak diberikan sejak dulu. Itu karena petugas kesehatan di sana memang tidak ada.

"Harusnya petugas kesehatan itu harus ada di tempat, sehingga imunisasi itu di jalankan. Makanya ini perlu diisi dengan petugas dulu, supaya imunisasi bisa dilakasanakan, “ ucapnya.

Diakuinya, imunisasi ini sangat membantu sekali karena dengan imunisasi itu bisa menangkal bagi kekebalan tubuh yang bisa membantu proses penyembuhan dari penyakit.

“Kan kalau tidak, orang bisa meninggal karena tidak ada sistem kekebalan tubuh atau sistem pertahanan tubuh yang dibuat lewat imunisasi itu, yang akhirnya bisa mengakibatkan kematian, “ jelasnya.

Namun ia mengingatkan, agar kasus ini tidak dikaitkan dengan politik dan Pilkada yang sedang bergulir saat ini.

"Inikan lagi dalam moment Pilkada, jadi jangan sampai hal ini dijadikan ajang untuk menjatuhkan kandidat satu dengan lainnya, karena untuk kepentingan politik. Ini murni persoalan kemanusiaan. Jadi tidak boleh ada unsur politik di dalamnya. Itu tidak boleh, “ tegas Edoardus Kaize.

Bahkan ujar Edo, kasus ini tidak perlu dijadikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ini proses yang terjadi mulai dari bulan September 2017, tapi baru sekarang mencuat.

“Kalau sudah ada kejadian seperti ini, kan kita bertanya, dimana kita punya program kaki telanjang, terapung dan seribu hari kehidupan yang merupakan program dari Dinas Kesehatan. Apalagi dengan dana 80 persen ke kabupaten, program itu dimana semua sampai bisa kejadian seperti itu, “ ketus Edoardus Kaize.

Dengan kejadian ini, tambah Edo, pihaknya berencana akan membentuk Pansus dalam menangani masalah tersebut. (TIARA)

Dibaca 594 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.