Pemkab Dinilai Lengah Terhadap Kematian 61 Balita di Asmat | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize. Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize.

Pemkab Dinilai Lengah Terhadap Kematian 61 Balita di Asmat

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 16 Januari 2018 22:34 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Edo Kaize : Kami Barap Ini Bisa Dijadikan Sebagai KLB

 

 

Jayapura,- Kasus meninggalnya puluhan anak balita akibat terserang Campak dan Gizi buruk di Kabupaten Asmat menjadi perhatian DPR Papua dalam hal ini Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Asmat.

Bahkan ia menilai Pemerintah kabupaten setempat lengah terhadap kasus tersebut. Pasalnya saat ini sudah mencapai 61 anak balita meninggal dunia akibat terserang campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Untuk Politisi Partai PDI Perjuangan ini meminta instansi terkait untuk segera menurunkan tim medis untuk menangani secara serius kasus kematian 61 anak di Kabupaten Asmat.

Namun kata Edo Kaize, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Wakil Bupati Asmat bahwa 61 anak yang meninggal itu, terjadi sejak bulan September 2017 – Januari 2018.

“Jadi, kejadian itu mulai September 2017 hingga Januari 2018. Ini sebenarnya sudah ditangani,” kata Edo Kaize sapaan akrbanya kepada wartawan di Jayapura baru-baru ini.

Edo mengungkapkan, dari laporan sementara bahwa menurut informasi dari Wakil Bupati Asmat, kematian puluhan anak di Asmat itu, diakibatkan oleh penyakit Polio yang menyerang mereka.

“Kita minta supaya harus ditangani secara serius untuk menghindari terjadinya korban berikutnya,” ujar Edo.

Untuk itu, Edo meminta kepada Bupati Asmat bersama seluruh jajaran, termasuk Dinas Kesehatan Asmat untuk turun mengatasi masalah itu.

Apalagi, kata Edo Kaize, Presiden Jokowi juga sudah mengirimkan tim ke Asmat untuk menangani kematian puluhan anak tersebut.

Bahkan Edo meminta dengan tegas kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk melakukan penanganan secara khusus dalam mengatasi kasus kematian puluhan anak di Asmat tersebut.

“Kami harap bisa dijadikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga penangannya lebih serius,” tegasnya.

Menurutnya, jika penyakit Polio itu sebenarnya bukan penyakit yang lama, mestinya harus ditangani dengan baik.

“Kalau Polio itu masih ada, itu artinya kita lengah sebenarnya,” imbuhnya.

Edo Kaize menilai dengan adanya kasus kematian puluhan anak di Asmat itu, lantaran kurang perhatian secara serius dari pemerintah daerah.

Walaupun lanjut Edo Kaize, medannya berat, tapi hal itu tidak harus menjadi kendala dalam penanganan masalah kesehatan di daerah, termasuk yang di pelosok.

“Itu tidak ada alasan untuk tidak bekerja. Kita mau serius atau tidak? Kalau kurang serius, ya harus diseriusi,” tandas Edo Kaize.

Terkait dana Otsus 80 persen ke daerah khususnya untuk kesehatan? Edo Kaize menambahkan, jika seharusnya tidak ada kasus Polio lagi.

Sebelumnya, disebutkan bahwa kematian 61 anak dan Balita di Asmat itu disebabkan lantaran penyakit campak dan gizi buruk yang menyerang mereka.

Pemkab Asmat mencatat ada 61 anak sejak bulan September 2017 hingga saat ini dikabarkan meninggal dunia.

Namun, tim kesehatan dari Pemda setempat sudah diterjunkan ke 23 distrik (kecamatan) yang mencakup 224 kampung (desa). Ini dilakukan untuk mencegah penularan wabah campak yang lebih besar. (TIARA)

Dibaca 588 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.