Legislator : Pembagian Saham Freeport Dikhawatirkan Timbulkan Polemik | Pasific Pos.com

| 27 May, 2018 |

 Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa. Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Legislator : Pembagian Saham Freeport Dikhawatirkan Timbulkan Polemik

Headline Penulis  Minggu, 14 Januari 2018 21:55 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kadepa : Kenapa Hanya Dua Suku Yang Diberikan, Ini Sama Saja Akan Buat Konflik Baru

 

Jayapura,- Legsilator Papua, Laurenzus Kadepa merasa khawatir jika pembagian 10 persen saham PT Freeport Indonesia kepada Pemprov Papua dan Pemkab Mimika akan menimbulkan polemik. Pasalnya, diketahui bahwa hanya dua suku yang akan mendapat bagian pengelolaan saham tersebut.

Bahkan, kata Laurenzus Kadepa yang juga merupakan Anggota Komisi I DPR Papua, bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, jika informasinya, tiga persen untuk Pemprov Papua, tiga persen untuk Pemkab Mimika, tiga persen untuk suku Kamoro dan Amungme, serta satu persen untuk dikelola BUMD Mimika.

"Lalu suku lain mau dikemanakan. Gresbeg Wanagon. Wanagon ini bukan bahas Kamoro dan Amungme, tapi bahas Moni. Ini justru potensi konflik untuk tujuh suku sekitar Freeport. Kenapa hanya dua suku yang diberikan," kata Kadepa lewat via teleponnya, Sabtu (13/1/18).

Bahkan tandas Politisi Partai NasDem ini, bahwa hal ini sama saja membuat konflik baru, sehingga sebaiknya Freeport ditutup saja karena sejak dulu Freeport adalah akar masalah.

"Kalau FI masih beroperasi masalah akan tetap ada, kecuali pembagian saham dengan adil, dinikmati semua suku di Papua, mulai dari dua suku, lima suku lain dan suku lain di Papua," tandas Kadepa.

Menurutnya, 10 persen saham Freeport hampir sama dengan Otsus Papua, yang diberikan karena tuntutan merdeka.

"Saham FI diberikan karena tuntutan atau desakan HAM, memang ini ada yang menganggap positif dan ada yang negatif. Kelompok yang melihat ini negatif, itu karena mereka melihat Freeport awal dari malapekata, sehingga mereka ingin tutup Freeport dari pada pebagian saham," ketus Laurenzus Kadepa.

Namun tambahnya, bagi Pemda dan kelompok yang menilai positif 10 persen itu, berterima kasih kepada negara, karena diduga kelompok inilah yang akan menikmatinya.

"Ini sama dengan Otsus, Otsus ada karena desakan merdeka, tapi mereka yang menyuarakan itu justru tidak menikmati. Jadi sama dangan saham Freeport, ini jawaban meredam isu itu, “ tandasnya. (TIARA)

Dibaca 300 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.