Pengamanan Pilkada Papua, 14 Ribu Personil Gabungan Disiapkan | Pasific Pos.com

| 27 May, 2018 |

Kapolda Papua saat memeriksa kesiapan pasukan guna persiapan pilkada 2018 di halaman Mako Brimob, Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (5/1/18). Kapolda Papua saat memeriksa kesiapan pasukan guna persiapan pilkada 2018 di halaman Mako Brimob, Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat (5/1/18).

Pengamanan Pilkada Papua, 14 Ribu Personil Gabungan Disiapkan

Info Papua Penulis  Jumat, 05 Januari 2018 22:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pelakasanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada bulan Juni 2018 mendatang untuk pemilihan Bupati dan wakil bupati di tujuh kabupaten serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua akan di jaga ketat 14.506 personil gabungan Polri dan TNI serta Linmas.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat diwawancarai usai memimpin apel Gelar pasukan pengamanan Pilkada serentak di lapangan Mako Brimob Kota Raja, Jumat (5/1/18) pagi.

Kata Boy, jumlah tersebut terdiri dari personil Polda Papua sebanyak 854 anggota, dari jajaran polres sebanyak 6.296 anggota, Brimob penugasan nusantara 700 aggota, dari Polda Papua Barat 600 anggota dan dari TNI sebanyak 2.250 anggota serta Linmas sebanyak 4.687 orang.


“Jumlah personil gabungan sebanyak itu akan disebar di tujuh kabupaten yang menggelar pilkada dan kantor-kantor KPU dan akan fokus pada kegiatan kampanye dan pemungutan suara. Selain itu juga pada bulan Mei dan Juni, termasuk bulan Juli pasca pemungutan suara kita akan tempatkan personil dalam jumlah besar karena kita prediksi pada proses ini akan ada reaksi kurang baik," katanya.


Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini pun mengungkapkan, tujuh kabupaten yang melakasanakan pilkada memiliki tingkat kerawanan yang sama, sehingga hal tersebut yang menajadi perhatian dari aparat keamanan baik TNI/Polri.


"Hampir semua rawan, jadi kalau ada tujuh kabupaten kita harus mengatakan semuanya rawan. Yang terpenting serawan apapun kita siap amankan, upaya-upaya agar kerawanan itu menjadi berkurang atau tidak ada, upaya-upaya gaungkan pilkada damai sudah dilaksanakan sejak Desember 2017, kini dan kedepannya, kita lakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat," katanya.


Upaya sosialisasi, edukasi pilkada damai kepada masyarakat, kata dia, untuk mengajak masyarakat cerdas dalam mengikuti atau menjalani proses demokrasi memilih pemimpin.


"Promosi pilkada damai terus kami lakukan, agar mindset masyarakat itu damai, bukan untuk sakiti, pecah kelompok warga berujung pada konflik, jadi berbeda pilihan politik itulah demokrasi, kedaulatan rakyat dihormati, jadi tetap hidup rukun dan jaga persatuan, kesatuan dan keharmonisan warga dari provinisi hingga kampung," katanya.


Sementara itu saat ditanyakan terkait dengan ancaman dan gangguan yang nantinya akan dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata dalam pelaksanaan pilkada nantinya, pihanya terus melakukan upaya-upaya dalam mencegah hal tesebut dan sudah dipikirkan langkah langkah dalam menyikapi gangguan yang dilakukan oleh KSB.


"Karena itu sih, tanpa pilkada kami tetap jalankan tugas pengamanan. Kalau kelompok-kelompok gangguan keamanan sudah menjadi tugas sehari-hari kitalah, tidak usah dikaitkan dengan pilkada," katanya.

Dibaca 233 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.