Pelaku Penyerangan Pos TNI di Kenyam Gunakan Identitas Palsu | Pasific Pos.com

| 22 February, 2018 |

Nampak salah satu bagian kaca jendela Pos TNI yang pecah akibat penyerangan yang dilakukan oleh korban bersama tiga orang temannya. Nampak salah satu bagian kaca jendela Pos TNI yang pecah akibat penyerangan yang dilakukan oleh korban bersama tiga orang temannya.

Pelaku Penyerangan Pos TNI di Kenyam Gunakan Identitas Palsu

Kriminal Penulis  Rabu, 03 Januari 2018 22:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura,- Pelaku penyerangan pos TNI di distrik Kenyam kabupaten Nduga, ternyata menggunakan atau membawa kartu identitas yang bukan miliknya. Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya bahwa Senin (1/1/18) telah terjadi penyerangan terhadap Pos TNI di Kenyam kabupaten Nduga.

Saat itu penyerang menggunakan senjata tajam dan berusaha merampas senjata milik TNI dengan mengamuk di dalam Pos dan mengakibat kerusakan berat serta melukai seorang perwira. Namun pelaku yang mengamuk dan melakukan perlawanan berhasil dilumpuhkan dengan tangan kosong sampai meninggal dunia.


Kepala penerangan kodam (Kapendam) Kol. Inf. Muh. Aidi yang ditemui di kantor, Rabu (3/1/18) menjelaskan, bahwa kartu identitas yang dibawa oleh almarhum adalah identitas milik orang lain yang merupakan saudaranya.


"Bapak Elimus dari keluarga pelaku yang juga anggota DPRD kabupaten Nduga menyampaikan bahwa pelaku penyerangan tersebut adalah Arikenus Kogoya. Untuk identitas yang dibawa adalah identitas saudaranya yang sudah meninggal," ujar Kapendam.


Sementara itu Loren Kamaligi dan Yan Murib yang merupakan keluarga pelaku, lanjut Kapendam juga memberikan keterangan yang sama.


"Identitas berkas yang dibawa dalam dompet dan noken pelaku atas nama Apenangge Kogoya merupakan kakak kandung dari Arikenus Kogoya. Sehingga identitas nama pelaku adalah Arikenus Kogoya yang memiliki latar belakang sebagai masyarakat kampung yang tidak memiliki berkas pribadi yang lengkap atau kartu identitas apapun," ujar Kapendam.


Lebih lanjut kapendam mengatakan, motif dari Arikenus Kogoya menggunakan identitas kakaknya yang sudah meninggal dunia adalah agar lebih dipandang dalam masyarakat dan dan agar tidak dicurigai oleh aparat untuk tujuan tertentu.


"Namun belum bisa dipastikan apakah yang bersangkutan memiliki hubungan dengan kelompok KKSB. Dan belum bisa ditarik kesimpulan untuk apa yang bersangkutan berusaha merampas senjata milik TNI. Kita masih mengedepankan praduga tak bersalah sambil menunggu hasil pencarian dan penyelidikan khususnya terhadap 3 orang rekannya yang berhasil melarikan diri," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih.

Dibaca 175 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik