Kuota Penerimaan Calon Bintara Polri 2018 Menjadi 300 Orang | Pasific Pos.com

| 17 August, 2018 |

Kuota Penerimaan Calon Bintara Polri 2018 Menjadi 300 Orang

Papua Barat Penulis  Sabtu, 30 Desember 2017 09:46 1
Beri rating artikel ini
(7 voting)

Manokwari, TP - Generasi muda di Papua Barat segera menyiapkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan calon Bintara Polri 2018.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf A. Rodja mengatakan, pada 2018, Polda Papua Barat mendapat kuota calon Bintara Polri sebanyak 300 orang, dimana jumlahnya meningkat dibandingkan 2017 yang hanya 213 orang.


“Meski dalam tahapan penerimaan calon Bintara Polri di tahun sebelumnya banyak anak asli Papua yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan, tetapi sesuai amanat Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus), Polda Papua Barat tetap berupaya mendorong anak asli Papua menjadi anggota Polri,” kata Kapolda dalam press release kinerja Polda Papua Barat 2017 di Rupatama Polda Papua Barat, Kamis (28/12/17).


Untuk itu, ia berharap anak-anak Papua yang ingin menjadi anggota Polri bisa diperhatikan dengan baik dan disiapkan mengikuti seleksi, mengingat proses penerimaan calon Bintara Polri 2018 dilakukan secara bersih dan transparan.


Rodja meminta para orang tua, siapa pun dia, agar tidak menyogok. “Mau kepala kampung, kepala dinas, atau pejabat siapa pun, jangan coba-coba sogok panitia atau titip nomor tes di perwira mana pun,” ujar Kapolda.


Dirinya menjelaskan, untuk menyiapkan anak asli Papua menjadi anggota Polri, Polda Papua Barat mempunyai anak asuh. Rodja menjelaskan, dalam programnya, setiap pejabat utama di jajaran Polda Papua Barat dan polres diwajibkan memiliki 2 anak asuh dan harus dilatih kesamaptaan, psikologi, akademis, dan kesehatan.


“Pola ini kita gunakan untuk membina mereka agar tidak kaku saat mengikuti seleksi supaya bisa dididik untuk menjadi anggota Polri yang lebih inovatif dalam melaksanakan tugas,” tukas Kapolda. [BOM-R1] 

Dibaca 6913 kali

1 comment

  • Comment Link Sandy algofar Sabtu, 31 Maret 2018 21:24 posted by Sandy algofar

    Bagaimanakah jika ada seseorang yg sekolah di kabupaten B sedangkan tempat asalnya Kabupaten A tapi satu provinsi. Seseorang tersebut ingin mendaftar menjadi anggota polri tetapi pendaftaran tersebut bertabrakan sama jadwal UNBK apakah seseorang tersebut boleh mendaftar di kabupaten B sedangkan syarat tersebut pendaftaran sesuai ktp atau kk...

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.