Hari Ini, Pasar Murah di Lapangan Borarsi | Pasific Pos.com

| 26 September, 2018 |

Hari Ini, Pasar Murah di Lapangan Borarsi

Papua Barat Penulis  Kamis, 14 Desember 2017 09:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Meski mengalami keterbatasan dana, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat berupaya merangkul para pelaku usaha (distributor) untuk menyelenggarakan pasar murah dalam rangka perayaan hari besar keagamaan.

Menyambut hari raya Natal 2017, TPID Papua Barat dan Disperindag menggandeng 5 pelaku usaha di Manokwari, yaitu: PT Makmur Perkasa, PT Sinar Suri, Toko Kia, Toko Bandang, Toko Beringin, dan Bulog ikut serta dalam pasar murah yang dipusatkan di Lapangan Borarsi, Manokwari, hari ini, Kamis (14/12/17).

“Kegiatan pasar murah ini masih merupakan tindak lanjut dari kegiatan pasar murah yang kami laksanakan saat menjelang Idul Fitri 2017,” kata Kepala Disperindag Provinsi Papua Barat, George Yarangga melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Melkias Werinussa kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (13/12/17).

Dikemukakan Werinussa, barang yang dijual di pasar murah, hampir semua barang ada, seperti Bawang Putih, Bawang Merah, telur, dan barang manufaktur, seperti beras, minyak goreng, mentega, dan berbagai jenis minuman dengan harga distribustor.

“Pasar murah ini tidak dalam paket, masyarakat bebas berbelanja dengan harga distributor. Kalau paket tentu menggunakan kupon, karena barang yang dijual sudah disubsidi pemerintah. Pasar Murah ini hanya penurunan harga distributor sebagai sumbangsih para pelaku usaha, silakan masyarakat datang berbelanja,” ajak Werinussa.

Untuk pasar murah sistem paket, Warinussa mengatakan, akan diselenggarakan di Kabupaten Kaimana, 16 Desember 2017.

Ia mengaku, pihaknya menyiapkan 1.000 paket bahan kebutuhan pokok dan setengah (½) ton beras yang dibagi 10 kg per paket. “Pasar murah kita laksanakan hanya 2 kali setiap tahun, menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru,” tambahnya.

Dirinya berharap masyarakat menyambut baik pasar murah ini, karena tujuannya membantu masyarakat. “Kali ini kami membuat sistem agar tidak ada yang memborong di hari pertama dan kedua. Misalnya, tidak boleh membeli minyak goreng lebih dari 3 jerigen. Kita dahulukan masyarakat kecil, baru di hari terakhir silakan pelaku kios datang membeli dengan harapan stok mereka tercukupi hingga ke daerah terjauh,” tukas Werinussa.

Ditanya tentang kesiapan Disperindag dalam melaksanakan pasar murah supaya berjalan lancar dan tertib, Werinussa menuturkan, pihaknya telah mengatur masuk dan keluarnya masyarakat dan tenda untuk tempat duduk masyarakat.

“Kami sudah atur agar arus warga, kendaraan dan bongkar muat mobil truk yang angkut barang bisa lancar. Pihak perbankan sudah menyatakan kesiapannya menyediakan uang receh, karena pembayaran non tunai belum bisa diterapkan, karena pembayaran non tunai masih dikeluhkan masyarakat, karena ada pemotongan atau kena cas,” pungkas Werinussa. [K&K-R1] 

Dibaca 292 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.