Kurang Fit dan Banyak Pikiran, Max Yeninar Kalah Bertanding di Jepang | Pasific Pos.com

| 22 June, 2018 |

Kurang Fit dan Banyak Pikiran, Max Yeninar Kalah Bertanding di Jepang

Papua Barat Penulis  Selasa, 12 Desember 2017 12:28 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP – Petinju Papua Barat, Max Kamasan Yeninar menelan kekalahan saat bertanding melawan petinju Jepang Yuto Shimizu di Jepang, dalam pertandingan tinju profesional Kelas Super Welter 69,8 kg.

Salah satu faktor penyebab kekalahan petinju Papua Barat ini, karena kurangnya perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Yeninar setelah pulang bertanding di Jepang, menyayangkan sikap pemda yang acuh tak acuh atas proposal yang diajukannya untuk mensponsorinya berangkat ke Jepang.

“Jadi, berangkat dengan biaya sendiri yang biayanya ditanggung terlebih dahulu oleh pihak promotor petinju profesional dari Jakarta, kemudian setelah selesai bertanding, barulah diganti,” kata Yeninar kepada Tabura Pos di kediamannya, Senin (11/12/17).

Ia mengatakan, dengan keterbatasan biaya inilah yang membuatnya tidak fokus dalam bertanding. Apalagi, Yeninar menyebutkan, dirinya berangkat tanpa didampingi pelatih dan petugas medis.

“Cuma saya sendiri dan seorang teman petinju lain yang ikut bertanding bersama di Jepang,” ungkapnya.

Ditanya tentang persiapannya sebelum bertanding ke Jepang, Yeninar mengatakan, sebenarnya dirinya melakukan persiapan dan berlatih secara rutin, tetapi setelah tiba di Jepang, dirinya sama sekali tidak berlatih lagi.

Menurutnya, waktu keberangkatannya ke Jepang sangat mepet, seharusnya dirinya berangkat 1 minggu sebelum bertanding supaya bisa berlatih di sana.

“Karena keterbatasan biaya, tanggal 2 Desember tiba di Jepang, setelah itu tanggal 3 Desember sudah langsung bertanding. Jangan kan mau berlatih, untuk istirahat saja waktu tidak cukup. Sewaktu mau timbang berat badan saja, timbangan saya berkurang dari 69,8 kg turun menjadi 6,6 kg, karena kecapekan. Jadi, saya banyak-banyak minum air putih untuk menaikkan berat badan saya lagi,” kisah Yeninar.

Dia berharap ke depan pemda bisa memperhatikan para atlet Papua Barat, terlebih lagi anak-anak Papua, karena bertanding di sana bukan membawa nama pribadi, tetapi membawa nama Papua Barat dan Indonesia.

“Sebenarnya saya bisa mengalahkan petinju Jepang itu, karena di ronde 1 saya sudah menjatuhkannya pada detik ke-45. Jika saya dalam kondisi fisik yang fit dan pikiran yang fokus, ronde ketiga pasti lawan akan KO. Namun, karena banyak pikiran, saya tidak fokus dan saya mengalah,” tambah Yeninar.

Lanjut dia, bukan tidak mampu mengalahkan petinju Jepang, jika ada yang mau menonton pertandingan itu, silakan membuka Youtube.
“Di Jepang, para wasit tinju professional yang ikut menonton pertandingan menjuluki saya the next Tyson from Papua Barat,” tukas PNS di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Teluk Wondama ini.

Pada kesempatan ini, Yeninar mengucapkan terima kasih kepada KONI yang telah memberikan bantuan setelah berada di Jepang.

“Namun itu masih kurang, karena kalau dihitung, biaya ke sana mencapai Rp. 50 juta ke atas untuk keberangkatan bersama pelatih, official kesehatan dan biaya hidup seminggu sebelum bertanding,” tukasnya. [CR37-R1]

Dibaca 779 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik