Penghargaan Untuk Bupati Omaleng Dinilai Tidak Wajar | Pasific Pos.com

| 22 June, 2018 |

Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai. Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai.

Penghargaan Untuk Bupati Omaleng Dinilai Tidak Wajar

Headline Penulis  Senin, 11 Desember 2017 23:43 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Legislator: Siapapun Boleh Dapat Penghargaan,Tapi Harus Punya Sebuah Kualitas


Jayapura,- Penghargaan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM (Menhukam) RI kepada Pemkab Kabupaten Mimika, sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) sepanjang tahun 2016 yang diserahkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo kepada Bupati Mimika, Eltinus Omelang, SE, MH dinilai tidak wajar dan tepat.

 “Saya berpendapat penghargaan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat keputusannya, itu tidak tepat,” tegas Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai dari daerah pemilihan Mimika ini kepada Wartawan, Senin (11/12/17).

Bahkan, legislator ini menilai jika Kabupaten Mimika tidak harus mendapatkan penghargaan tersebut, karena pihaknya melihat selama ini Hak Asasi dari pada masyarakat yang ada di Kabupaten Mimika, itu kurang mendapatkan perhatian yang baik, dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya serta lainnya.

 Apalagi, lanjut Wilhelmus Pigai, RPJMD Kabupaten Mimika sejak Eltinus Omaleng dilantik sebagai Bupati Mimika, sampai saat ini belum pernah ada.

Untuk itu Wilhelmus mempertanyakan indikator keberhasilan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dilihat dari mana hingga memperoleh penghargaan tersebut.

“Itu dasarnya apa? Karena dokumen perencanaan pembangunan yang mestinya ditetapkan enam bulan setelah ia dilantik, itu belum ditetapkan menjadi perda sampai hari ini dan sudah memasuki tahapan Pilkada 2018. Ini bagaimana mau menjadikan daerah yang sukses dalam penerapan HAM di Mimika,” ketusnya.

Wilhelmus pun menilai, dari hasil Survey BPS bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Mimika menemukan bahwa tingkat kemiskinan masyarakat di Mimika sangat memprihatinkan, sehingga Mimika mendapatkan peringkat pertama dari 140 daerah di Indonesia.  

 “Mimika adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia, Jadi apakah yang ini kita lihat sebuah kesuksesan atau kegagalan? Ini kan sesuatu yang tidak bisa kita terima. Bukan berarti bupati tidak melakukan apa-apa di daerah ? Pasti ada yang sudah diperbuat,” imbuhnya.

Meskipun demikian, ia tidak setuju dengan penghargaan yang baru diterima Pemkab Mimika tersebut.

 “Juga penghargaan demi penghargaan yang diterima oleh Bupati Omaleng. Lalu penghargaan tentang pertumbuhan yang sangat bagus, nah ini kan faktor apa yang mempengaruhi itu menjadi semakin baik, itu kan tidak nampak selama ini,” ujar Wilhelmus.

Untuk itu, Wilhelmus Pigai menambahkan, jangan selalu melakukan pencitraan dengan memperoleh berbagai penghargaan demi kepentingan politik tertentu.

 “Siapapun boleh mendapat penghargaan, tapi harus dengan sebuah kualitas yang bagus. Jangan dengan cara yang tidak baik untuk memperoleh penghargaan itu, hanya untuk kepentingan tertentu,” ketus Wilhelmus Pigai. (TIARA)

Dibaca 561 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik