Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Tolak Investasi Asing | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM Saat Menggelar Aksi Damai Di Lingkaran Brawijaya. (foto:ady) Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM Saat Menggelar Aksi Damai Di Lingkaran Brawijaya. (foto:ady)

Aliansi Mahasiswa Papua Selatan Tolak Investasi Asing

Sosial & Politik Written by  Senin, 11 Desember 2017 21:40 0
Rate this item
(0 votes)

MERAUKE,ARAFURA,- Memperingati Hari HAM Internasional, puluhan orang yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM menggelar aksi damai di Lingkaran Brawijaya (Libra), Senin (11/12/17). Sebelum menyampaikan orasi, mereka melakukan long mars dari Lampu Merah depan Kios Biru Jalan Pembangunan Merauke.

Koordinator Lapangan, Frans Wanima, dalam orasinya mengatakan  aliansi mahasiswa Papua Selatan menolak investasi asing di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan pada umumnya. Selain itu, mereka juga menolak mega industri Merauke Integreted Food And Energy Estate (MIFEE). Menurut mereka, MIFEE telah merampas 1,2 juta hektar hutan adat di Papua Selatan.

Selanjutnya, mereka juga mendesak kepada pemerintah untuk melakukan peninjauan, penertiban dan pemberhentian seluruh perijinan perusahaan yang melanggar HAM dan merusak hutan Papua. Kemudian, adili pelaku pembunuhan warga sipil selama ini sesuai mekanisme peradilan HAM nasional, tidak dengan uang denda.

Mereka juga mendesak kepada piahk kepolisian untuk segera mengungkap pelaku terror pembacokan yang terjadi di Kota Merauke. Dalam aksinya, aliansi mahasiswa Papua Selatan Peduli HAM juga mendesak untuk dilakukan penutupan PT Freeport dan perusahaan asing lainnya di Papua. Tidak hanya itu, mereka juga menyoroti terkait dengan peredaran Miras di Papua dan khususnya di Papua Selatan.

Sementara itu, sesuai pantauan ARAFURA News di lapangan aksi damai tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan dalam hal ini Polres Merauke.

Read 403 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.