Kadis PU Optimis 15 Paket Kegiatan di Tolikara Rampung Tepat Waktu | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya. Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya.

Kadis PU Optimis 15 Paket Kegiatan di Tolikara Rampung Tepat Waktu

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 08 Desember 2017 17:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wamena,- Kepala Dinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya optimis 15 dari 18 paket kegiatan infrastruktur yang dibiayai APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2017 akan rampung tepat waktu. Optimismenya ini, menyusul hasil tinjau lapangan yang dilakukannya pada Rabu (6/12/2017) di Kabupaten Tolikara.

“Ya, memang tahun ini ada 18 paket di Kabupaten Tolikara, saya optimis 15 kegiatan sesuai target dengan melihat kondisi langsung dilapangan,” kata Djuli disela peninjauan salah satu pekerjaan peningkatan jalan distrik Wunim, usai menghadiri perayaan ucapan syukur dan Natal bersama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tolikara, Rabu (6/12/2017).

Adapun 18 proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Tolikara meliputi, pembangunan jalan Numai  - Tiom dengan nilai proyek Rp 28 miliar, pembangunan jalan Panaga – Taipe, pembangunan jalan Mamit – Umagi. Pembangunan jembatan Kali Pun, peningkatan jalan Bolakme – Kelila, peningkatan jalan Karubaga – Mamit dan lainnya.

“18 paket infrastruktur ini untuk mendorong konektivitas antar daerah dan membuka isolasi. Pemerintah menyiapkan sekitar Rp 250 Miliar untuk tahun 2017 khusus insfrastruktur di Tolikara,” kata Djuli.

Lanjutnya, kucuran dana yang begitu besar tersebut merupakan perhatian khusus pemerintah Papua untuk Kabupaten Tolikara. Sehingga Djuli Mambaya berharap, semua warga masyarakat Tolikara dapat membantu dan mendukung pelaksaan kegiatan pemerintah untuk mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“Mari semua rakyat bersatu untuk bersama-sama untuk membangun Tolikara,” imbuhnya.


Kegiatan Peningkatan Jalan Terkendala Pemalangan

Pada kesempatan yang sama, Djuli mengaku ada satu pekerjaan peningkatan jalan yang progres pekerjaannya minus 30 persen, lantaran  terkendala pemalangan akibat proses politik di Kabupaten Tolikara. “Ya itu karna kendala fisik yang tidak bisa diprediksikan, sehingga kami berharap pekerjaannya dapat digenjot agar sebelum tutup anggaran dapat terselesaikan,” kata Djuli.

Melihat kondisi fisik pekerjaan, kata Djuli progresnya baru masuk tahapan material on site. Hal itu tentu akan sangat berdampak pada penyerapan anggaran, dan paling penting dampak kepada masyarakat, sebab mobilisasi akan terhambat, apalagi kondisi jalan tersebut hanya bisa dijangkau dengan kendaraan tertentu.

“Memang untuk pelaksaannya semua material sudah ada, hanya saja belum masuk dalam tahap peleburan yang seharusnya kegiatannya sudah masuk dalam bentuk fisik. Tapi itulah, kita juga tidak bisa menduga adanya kendala non teknis seperti ini,” tandasnya.

Djuli berpesan, dengan sisa waktu yang ada perusahaan yang menangani pekerjaan dapat mengejar ketertinggalan, penambahan armada, tenaga, dan kerja ekstra.

Dibaca 71 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik