Dewan Putuskan Anggaran Infrastruktur PON 2020 Rp 1 Triliun | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P. Mandenas, S.Sos, M.Si. Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P. Mandenas, S.Sos, M.Si.

Dewan Putuskan Anggaran Infrastruktur PON 2020 Rp 1 Triliun

Headline Penulis  Kamis, 07 Desember 2017 21:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P. Mandenas, S.Sos, M.Si mengungkapkan, dari hasil rapat badan anggaran (Banggar) Pemerintah Provinsi dan DPR Papua sudah putuskan bahwa, dana tambahan infrastruktur Otsus untuk PON 2020 di Papua yang akan digunakan sekitar Rp. 1 triliun rupiah.

Sementara Rp. 300 miliar diambil dari DAU dan lain-lain, yang dilakukan rasionalisasi sesuai dengan arahan dan petunjuk Direktur Bina Keuangan Daerah Departeman Dalam Negeri.

 “Sehingga dari hasil rapat itu, DPR tetap mengisyaratkan kepada tim anggaran pemerintah daerah untuk meminta surat resmi dari Menteri Dalam Negeri terkait dengan penggunaan dana tambahan infrastruktur sebesar Rp. 1 triliun yang digunakan untuk kepentingan pembangunan fasilitas PON. Salah satunya adalah stadion utama yang masih membutuhkan tambahan dana kurang lebih sekitar Rp. 400 miliar, “. Ungkap Yan Mandenas kepada Wartawan di ruang Kerjanya, Kamis (7/12/17) petang.

Menurutnya, dengan begitu maka, payung hukum untuk penggunaan anggaran tersebut, akan bisa lebih jelas untuk kita. Tetapi nanti akan diperjelas juga dengan evaluasi APBD paska penetapan.

Karena kata Yan Mandenas, nanti Depdagri kalau merasa tidak sesuai dengan prosedur penggunaan anggaran berdasarkan undang-undang APBN, maka bisa dilakukan penyesuaian, tetapi isyarat penggunaan dana tambahan infrastruktur itu dibawa 50 persen.

“Jadi kita bisa menggunakan dana tambahan infastruktur yang total jumlahnya 2,4 dan kita pakai 1 triliun, “ ujarnya.

Bahkan, kata Politisi Partai Hanura ini, perdebatan dalam rapat Banggar sudah disetujui bahwa penggunaan dana tambahan Rp. 1 triliun untuk kepentingan PON XX tahun 2020, sudah disepakati bersama antara tim anggaran pemerintah daerah dan DPRP dalam rapat banggar.

Berdasarkan hasil itu lanjut Yan Mandenas, DPR Papua tetap mengisyaratkan kepada tim anggaran pemerintah untuk meminta surat resmi dari Menteri dalam negeri terkait penggunaan dana tambahan infrastruktur sebesar Rp. 1 triliun untuk kepentingan pembangunan fasilitas PON.

"Dengan begitu maka payung hukum untuk penggunaan anggaran itu lebih jelas," tandas Yan Mandenas.

Untuk itu, Kata Yan Mandenas, Komisi V DPR Papua juga mendorong agar di bentuk tim terpadu untuk meminta surat resmi dari Mendagri yang menjamin penggunaan anggaran tersebut harus ada dan tertulis.

"Sehingga tidak ada masalah dikemudian hari, karena memang ada perbedaan undang - undang antara otsus dan APBN," jelasnya.

Selain itu juga lanjut Politisi Partai Hanura ini, ada inpres yang perkuat penggunaan dana infrastruktur dan dana lain untuk kepentingan PON XX tahun 2020 di Papua.

Namun kata Yan Mandenas, salah satu yang paling utama terkait pembangunan venue PON 2020 stadion Papua Bangkit yang masih diperlukan pembayaran tahap ke II sebesar kurang lebih 400 miliar rupiah.

"Semua pembangunan fisik venue PON Papua dianggarkan dalam APBD 2018 dan 2019, APBD 2020 untuk pembangunan non fisik dan lainnya," jelas Yan.

DPR Papua juga sudah melakukan rasionalisasi anggaran tahun 2018 dengan Mendagri melalui Direktur bina keuangan Kemendagri.

"Jadi, isyarat penggunaan anggaran tambahan infrastruktur itu di bawah 50 persen, kita bisa gunakan dana infrastruktur yang total jumlahnya 2,4 triliun rupiah, kita pake 1 triliun maka sisa 1,4 triliun rupiah yang tersedia untuk pembangunan infrastruktur yang sudah diatur sesuai amanat Undang - undang otsus dan UU APBN antara lain misalnya pembangunan jalan, sarana transportasi laut, darat dan udara serta komunikasi," paparnya. (Tiara)

Dibaca 81 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik