SD YPK 13 Maranatha Sempat Dipalang Plh. Kepala Sekolah | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

SD YPK 13 Maranatha Sempat Dipalang Plh. Kepala Sekolah

Papua Barat Penulis  Kamis, 07 Desember 2017 18:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – SD YPK 13 Maranatha, Manokwari, dipalang Plh. Kepala SD YPK 13 Maranatha, Tidores Fonataba, Rabu (6/12/17) pagi.

Fonataba mengatakan, dirinya memalang sekolah yang dipimpinnya itu lantaran kecewa dengan keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba yang tidak mengakomodirnya dilantik sebagai kepala sekolah definitif.

Ia menerangkan, awalnya dirinya bertugas di Kabupaten Tambrauw, kemudian pimpinan YPK, Kaleb Mofu memanggilnya untuk memimpin SD YPK 13 Maranatha.

“Nota penunjukkan saya sebagai Plh. Kepala SD YPK 13 Maranatha, waktu itu dikeluarkan pimpinan YPK dan diperkuat nota tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba,” kisah Fonataba kepada para wartawan di SD YPK 13 Maranatha, Manokwari.

Selain itu, ia membeberkan, dirinya sudah diberikan undangan dari Dinas Pendidikan untuk dilantik sebagai kepala sekolah definitif, bahkan membayar biaya administrasi pelantikan sebesar Rp. 1 juta.

Untuk itu, ia bertanya, kenapa dalam persiapan pelantikan sebagai kepala sekolah, dirinya tidak diundang lagi oleh Dinas Pendidikan, padahal yang lain diundang dalam rapat persiapan.

“Atas dasar hukum sudah 2 kali saya tanda tangan ijazah. Kalau saya tidak dilantik menjadi kepala sekolah, berarti ijazah yang pernah saya tandatangani itu ilegal,” tukas Fonataba.

Disinggung tentang alasan Dinas Pendidikan tidak mengakomodirnya, Fonataba menjelaskan, Dinas Pendidikan diberikan surat kaleng dari salah satu oknum guru yang menyebutkan dirinya tukang mabuk dan korupsi dana BOS.

“Saya kira laporan oknum guru itu bukti kalau dia ambisius untuk menggantikan saya sebagai kepala sekolah,” kata Fonataba.

Terkait persoalan ini, ia mengaku sudah bertemu Barnabas Dowansiba dan Kepala Dinas Pendidikan akan memediasi persoalan ini. Ditegaskan Fonataba, jika persoalan ini tidak diselesaikan secara baik dan dirinya tidak dilantik sebagai Kepala SD YPK 13 Maranatha, maka dirinya akan menuntut oknum guru dan Dinas Pendidikan secara hukum.

Sebab, ia membeberkan, dalam surat kaleng yang dikirim oknum guru ke Dinas Pendidikan, terdapat tanda tangan beberapa guru yang direkayasa oknum guru itu untuk menolaknya sebagai Kepala SD YPK 13 Maranatha.

Sementara salah satu guru kelas di SD YPK 13 Maranatha, Anton Rumbiak mengatakan, manusia hanya insan yang tidak sempurna dan penuh kekurangan. “Saya kira beliau bertugas dengan baik. Kalau pun ada kekurangan, itu manusiawi,” tukas Rumbiak.

Namun, ia mengaku terkait pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan salah satu oknum guru, akan dibawa ke jalur hukum. Dia pun berharap Tidores Fonataba dilantik sebagai Kepala SD YPK 13 Maranatha sesuai nota tugas.

Sedangkan guru kelas 2 SD YPK 13 Maranatha, Rosi C. Awom mengatakan, dirinya juga akan menuntut oknum guru yang memalsukan tanda tangannya. “Saya mau bukti. Sejak kapan dan tanggal berapa saya tanda tangan kesepakatan untuk menolak beliau dilantik? Itu tidak benar,” kata Rosi Awom seraya mengatakan akan menuntut nama baiknya atas kejadian ini.

Berdasarkan pantauan Tabura Pos, palang di SD YPK 13 Maranatha yang dipalang sejak pagi dibuka sekitar pukul 08.50 WIT oleh Kasat Binmas Polres Manokwari, Iptu Subiyanto dan Ketua YPK Manokwari, Kaleb Mofu, setelah berkoordinasi dengan Plh. Kepala SD YPK 13 Maranatha, Tidores Fonataba.

Akibat aksi pemalangan ini, para murid SD YPK 13 Maranatha dipulangkan dan direncanakan proses belajar dan mengajar mulai aktif kembali, hari ini. [BOM-R1]

Dibaca 154 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.