Fasilitator dan Satker Perumahan Bertemu Penerima Bantuan Rumah | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Fasilitator dan Satker Perumahan Bertemu Penerima Bantuan Rumah

Papua Barat Penulis  Kamis, 07 Desember 2017 18:05 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ranski, TP – Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat bersama fasilitator bertemu dengan warga penerima bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (6/12/17).

Pertemuan tersebut menanggapi aspirasi warga penerima bantuan RTLH di wilayah Ransiki yang disampaikan ke kantor dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Mansel. Pertemuan difasilitasi oleh dinas Perumahan dan Tatakota Mansel dan dilaksanakan di salah satu ruangan dinas tersebut.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Mansel, Naftali Ahoren mengatakan, hasil yang disepakati adalah mencarikan dana untuk pembayaran tukang yang akan merehab 300 unit rumah.

Terkait rehabilitasi rumah yang kini mandeg, tim fasilitator telah menyetujui untuk melanjutkan pembangunan rehabilitasi rumah warga program pemerintah pusat tersebut. “Kalau kami, setelah pertemuan ini langsung membayar tukang sebesar enam juta rupiah per rumah.

Sementara pihak fasilitator siap melanjutkan pembangunan rehab rumah. Sekarang mereka sedang proses pencairan tahap kedua untuk pembangunan lanjutan,” tutur Ahoren.

Pantauan Tabura Pos, pertemuan berjalan cukup alot. Banyak berdebatan namun berjalan sukses hingga selesai.

Sebelumnya, warga penerima bantuan meminta Dinas Perumahan dan Tata Kota untuk memfasilitasi bertemu dengan tim fasilitator serta Satker Perumahan Papua Barat karena program bantuan rehabilitasi rumah mandeg, sementara batas waktu telah lewat.

Selain itu, warga mengaku kecewa karena pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena bahan bangunan yang diturunkan di setiap rumah yang akan direhap kurang, sehingga banyak rumah yang belum selesai dikerjakan. [LIO-R3]

Dibaca 48 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.