Kasus ‘Vodka’ Ditangani Polres Jayawijaya | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Muchsit Sefian,S.IK Bersama Perwira Lanud Merauke Saat Menunjukan Para Tersangka. (foto:ady) Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Muchsit Sefian,S.IK Bersama Perwira Lanud Merauke Saat Menunjukan Para Tersangka. (foto:ady)

Kasus ‘Vodka’ Ditangani Polres Jayawijaya

Papua Selatan Penulis  Kamis, 07 Desember 2017 08:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Lanud sudah koordinasi dengan kita, dan kita koordinasi dengan Polres Jayawijaya untuk segera kita kirim ke sana,” ungkap Kasat Reskrim.

 

MERAUKE,ARAFURA,- Tiga orang yang diduga sebagai pelaku penyelundupan Minuman Keras (Miras) jenis vodka ke Wamena berhasil diamankan pihak Lanud Merauke. Selanjutnya, ketiga orang tersebut masing-masing berinisial  ST, SY dan ER diserahkan ke Polres Merauke, Rabu (6/12/17). Selanjutnya, ketiganya akan dikirim ke Polres Jayawijaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Lanud sudah koordinasi dengan kita, dan kita koordinasi dengan Polres Jayawijaya untuk segera kita kirim ke sana,”ungkap Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung,SH melalui Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Muchsit Sefian,S.IK kepada wartawan, Rabu (6/12/17).

Menurut Kasat Reskrim, modusnya para tersangka ini membeli cat ukuran 20 Kg. Kemudian, cat dikeluarkan sebagian dan setelah itu diisi dengan Miras jenis vodka. Lalu, ember tersebut ditimbang kembali sehingga beratnya tetap 20 Kg.
Setelah itu, barang tersebut dikirim ke Wamena dengan menggunakan Pesawat Hercules. Dengan ditangkapnya tiga tersangka ini membuktikan bahwa yang mengirim bukan anggota TNI, tetapi pelakunya adalah oknum masyarakat yang menitipkan di Pesawat Hercules.

“Miras tersebut akan dijual karena perbandingan harganya sangat jauh, makanya dilakukan modus-modus seperti ini. Para pelaku ini hanya mengambil moment Natal dan tahun baru,”ungkap Kasat Reskrim.
Para tersangka ini bukan warga Merauke, tetapi mereka pedagang yang datang ke Merauke untuk mencari keuntungan dengan menyelundupkan Miras. Barang bukti ada di Jayawijaya berupa 32 ember cat dengan jumlah Miras sebanyak 960 botol.

“Mereka tidak memiliki ijin untuk mengirimkan Miras, sehingga bisa dikenakan undang-undang perdagangan,”tukas Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim kembali menegaskan bahwa proses hukum terhadap para tersangka ini bukan di Merauke. Untuk di Merauke, hanya ditemukan barang bukti berupa ember bekas cat dan timbangan.

Para tersangka diamankan, Selasa (5/12) malam sekitar Pukul 19.00 WIT di tiga tempat berbeda di Kota Merauke yakni Jalan Menara Lampu Satu, Gudang Arang dan di salah satu hotel di Merauke.

Sementara itu, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi dengan mendatangani langsung Mako Lanud Merauke, Rabu (6/12) siang, pihak Lanud Merauke belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus tersebut, karena sementara masih dalam proses.

Dibaca 52 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik