NTUP Tanaman Pangan Alami Peningkatan | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si (Kiri) Saat Menandatanganan MoU Dengan PT Bangun Mappi Mandiri. (foto:Mel) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si (Kiri) Saat Menandatanganan MoU Dengan PT Bangun Mappi Mandiri. (foto:Mel)

NTUP Tanaman Pangan Alami Peningkatan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 07 Desember 2017 08:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE, ARAFURA,- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si mengatakan sejak dicanangkan oleh Gubernur Papua pada Tanggal 9 April 2014 lalu sebagai komoditas unggulan Provinsi Papua, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengembangkan kawasan buah merah seluas 676 Ha dan 11 unit usaha kecil pengolahan minyak buah merah.

Produksi buah merah di Provinsi Papua setiap musim panen diperkirakan sejumlah 7.129 ton atau eqivalen 242.602 liter minyak buah merah. Selain itu, Perkembangan PDRB sector pertanian di Provinsi Papua selama tiga tahun terakhir juga mengalami pertumbuhan yang positif yaitu rata-rata 8,82 persen. Pertumbuhan tertinggi pada komoitas hortikultura 10,89 persen.

Untuk mengukur tingkat pendapatan petani, digunakan indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) dimana selama Tahun 2014-2016. NTUP tanaman pangan dan hortikultura cenderung mengalami peningkatan yaitu diatas 100. NTUP pangan pada Tahun 2016 mencapai 103, yang artinya usaha tani pangan rata-rata mencapai pendapatan 3 persen sementara NTUP hortikultura sudah mencapai 119.

“Perbaikan NTUP terutama pangan disebabkan oleh dukungan pemerintah yang besar pada komoditas padi,” terangnya Saat pembukaan rapat kerja teknis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura di Swiss-bel Hotel, Selasa (5/12/17).

Dalam implementasi kebijakan Gerbangmas Hasrat Papua, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah membangun enam kawasan tanaman pangan dan hortikultura di enam kabupaten pelaksanaan Gerbangmas yaitu Kabupaten Dogiyai, Tolikara, Sarmi, Boven Digoel, Supiori dan Lanny Jaya. Direncanakan pada Tahun 2018 ditambah dua kabupaten lagi yaitu Kabupaten Puncak dan Deiyai.
“Pengembangan kawasan Gerbangmas ini dilaksanakan dengan pola integrasi tanam, petik, pelihara, olah dan jual,”terangnya.

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.