380 Orang Siap Ikut Ujian Paket A, B dan C | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasah. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasah.

380 Orang Siap Ikut Ujian Paket A, B dan C

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Rabu, 06 Desember 2017 22:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura - 380 orang yang terdiri dari anak-anak dan masyarakat siap mengikuti ujian paket A, B dan C pada tahun 2018 mendatang.

"Tahun ini ada  sekitar 380 orang yang mengikuti pembelajaran, anak-anak ini atau orang dewasa yang kita laksanakan pembelajaran ini akan siap untuk mengikuti keaksaraan nanti baik di paket  A, B maupun paket C. Diharapkan ijazah yang nanti didapatkan itu sama dengan sekolah-sekolah yang reguler," kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasah di ruang kerjanya, Selasa (6/12/17).

Dikatakan para peserta yang nantinya kalau mengikuti paket A bisa langsung diterima di SMP, begitu juga paket B bisa diterima di SMA maupun SMK di negeri.

Ia menambahkan ditargetkan juga di tahun depan semua anak-anak paket itu, harus wajib mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer.

" Nah untuk itu kegiatan hari ini termasuk kegiatan sosialisasi termasuk evaluasi untuk bagaimana proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar yang terjadi di PKBM - PKBM maupun maupun lembaga-lembaga lain yang ditangani oleh baik LSM maupun masyarakat itu sendiri. Untuk itu apa yang diberikan pada saat ini hari ini saya kira semua tutor atau guru-guru yang mengajar di keaksaraan ini bisa memberikan yang terbaik agar anak-anak yang ada di paket - paket ini bisa menjawab soal-soal ujian pada nanti mereka ujian," katanya.

Dikatakan 380 jiwa ini adalah yang buta aksara, kemampuan anak-anak belum bisa baca tetapi dengan adanya keseriusan daripada guru-guru memberikan pembelajaran diharapkan anak-anak ini bisa membaca. Meski demikian Pemerintah Kota tidak bisa menutup mata.

Ia mengakui setiap tahun pasti masih ada buta aksara yang ada di Kota Jayapura karena Kota Jayapura merupakan kota imigran dimana penduduk - penduduk dari luar Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia atau provinsi itu datang ke kota,  itu otomatis setiap tahunnya membuat Kota Jayapura menjadikan zero atau menjadikan nol untuk aksara itu tidak bisa.

"Melalui program pendidikan anak-anak usia dini dan masyarakat kita selalu Program kan itu, dan memberikan dana yang signifikan setiap tahun sehingga pemberantasan buta aksara itu kita bisa laksanakan dengan baik," ungkapnya.
 
Ia menambahkan untuk melek huruf di kota Jayapura sudah 99,92 persen atau 0,8 persen yang masih belum bisa baca,sementara 380 jiwa itu adalah anak atau orang yang sudah siap mengikuti ujian keaksaraan.

" Sesuai dengan data yang kita dapatkan adalah kemampuan membaca atau melek huruf Kota Jayapura adalah 99,92 persen sekitar 0,8 persen yang kita sisir ke daerah-daerah terutama daerah Muara Tami itu yang lebih signifikan orang-orang yang belum bisa baca dan tulis.

Kita mengajak untuk semua elemen masyarakat, kepala kampung, kelurahan, yayasan pendidikan, organisasi pendidikan, lembaga, PKBM untuk sama-sama dapat mendeteksi dini warga buta aksara," pungkasnya

Dibaca 43 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.