Legislator Papua : Rakyat Bukanlah Tempat Pelampiasan Oknum TNI/Polri | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize. Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize.

Legislator Papua : Rakyat Bukanlah Tempat Pelampiasan Oknum TNI/Polri

Headline Penulis  Rabu, 06 Desember 2017 19:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Edo Kaize : Jangan Tempatkan Anggota Stress di Daerah Terpencil

 

Jayapura,- Wakil Ketua I DPR Papua dari daerah pemilihan (Dapil) Merauke, Edoardus Kaize kembali menyoroti sikap orogan tiga orang okum TNI yang melakukan penganiayaan terhadap salah satu masyarakat di Distrik Kimaam Kabupaten Merauke, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“saya sudah berulang kali menyoroti atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI/POLRI kepada masyarakat. Memang untuk kasus Kimaam bukan pertama kalinya terjadi bahkan ini sudah sering terjadi, baik secara perorangan maupun kelompok, “ kata Edoardus Kaize kepada Pasific Pos ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/12/17).

Untuk itu, ia menyarankan agar Pangdam, Kapolda juga Dandim serta Kapolres ketika para anggotanya akan ditempatkan di daerah pedalaman atau daerah terpencil, sebaiknya lebih dulu memberikan pembinaan kepada mereka, bila perlu di uji kembali kesehatannya. Baik jiwanya dan psikologisnya, apakah mereka mampu menghadapi masyarakat.

“Jadi kesehatannya harus diperiksa lebih dulu. Karena ini paling penting, jika menempatkan anggota di daerah pedalaman yang memang belum memahami budaya dan karakter orang Papua, sebelumnya kesehatan para prajurit ini harus diperiksa lebih dulu, juga psikologisnya sehingga masyarakat tidak jadi korban pelampiasan karena adanya faktor stress, “ sarannya.  

Bahkan menurut legislator Papua ini, modus seperti ini sering kali dilakukan oleh aparat ketika mereka mengalami stress di tempat mereka bertugas.

"Seperti sebagian orang bilang Puncak Jaya adalah daerah buangan. Buangan apa di sana, malah yang hidup di sana itu adalah masyarakat. Jadi kalau aparat yang ditempatkan tugas di sana kemudian mereka melakukan kekerasan terhadap warga begitupun sebaliknya, kalau warga melakukan kekerasan terhadap aparat, lalu siapa yang harus bertangung jawab?, “  tanyanya.

Ia kembali mempertanyakan, apakah dengan cara menempatkan anggota yang bermasalah di tempat terpencil merupakan hal yang tepat?

Namun, Politisi Partai PDI Perjuangan ini mengakui ketika menempatkan anggota di daerah pedalaman memang penuh resiko dan harus penuh kesabaran. Untuk itu kesehatan jiwanya perlu di tes kembali.

“Masalnya dari tingkat medan saja pasti setiap orang sudah merasa stress, maka dengan cara melakukan pengenalan karakter terlebih dahulu apakah orang ini bisa ditempatkan di daerah terepcil atau tidak, “ ujar Edo Kaize sapaan akrabnya.

Ia menilai kasus Kimaam ini adalah sebuah pelampiasan akibat stress. Oknum tersebut melampiaskan emosi pribadinya kepada korban dan ketiga orang oknum ini menganiaya korban hingga tak berdaya.

“Dan ingat rakyat bukanlah tempat pelampiasan oknum TNI/Polri, “ tegasnya.

Oleh karena itu, dengan tegas pihaknya meminta agar oknum TNI/POLRI yang mengalami masalah psikologi segera dimasukan ke dalam rumah rehabilitasi, sehingga mereka mendapatkan penanganaan yang tepat.

Karena lanjut Edo Kaize, dengan merehabilitasi jiwa mereka, maka para prajurit ini bisa menjadi prajurit yang baik dan kembali bertugas membina masyarakat.

Bahkan ia pun menilai, kasus Kimaam sama dengan kasus penyandaraan yang terjadi di Tembagapura Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.

“Hal ini juga bisa dipertanyakan, apakah masyarakat yang disandera ini memang betul-betrul kelompok KKB yang menyandera, ataukah dari pihak  TNI/POLRI yang menyandera masyarakat?, lalu kemudian dibebaskan masyarakat ini dan dibawa ke Timika, " ketus Edo Kaize.

Edo Kaize menambahkan, Jika menempatkan anggota atau prajurit mereka di tempat tertentu harus melewati uji kelayakan dengan melakukan test psikolgis. Dan tidak menempatkan anggotanya dengan sembarangan, karena nanti jika ada masalah, maka akan menyusahkan institusinya itu sendiri.

"Sudah tahu anggota itu stress tapi ditempatkan di daerah terpencil, maka jadi tambah stresslah dia itu. Jadi ini bisa menjjadi pembelajaran juga bagi atasan mereka ketika mau menepmatkan anggotanya yang bermasalah mestinya harus dipikirkan secara matang dan baik, " tandasnya. (TIARA)

Dibaca 170 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik