Amuk Brigadir DS Merusak Tempat Nongkrong Wartawan | Pasific Pos.com

| 17 December, 2017 |

Tempat nongkrong Wartawan yang dirusak oleh Brigadir DS. Tempat nongkrong Wartawan yang dirusak oleh Brigadir DS.

Amuk Brigadir DS Merusak Tempat Nongkrong Wartawan

Kriminal Penulis  Rabu, 06 Desember 2017 16:53 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,-Oknum anggota Polres Mimika, Brigadir DS mendatangi tempat nongkrong wartawan di Jalan Budi Utomo sekitar pukul 00.30 WIT,  Rabu (6/12/17) dinihari.

Oknum polisi tersebut datang sendiri dengan pakaian preman (celana pendek dan baju kaos). Mulai memaki wartawan. Aksi tersebut sempat dilerai oleh dua anggota polisi lain yang kebetulan duduk bersama tiga orang wartawan dan beberapa orang warga.

Oknum polisi tersebut kemudian pergi dan kembali lagi sekitar 30 menit kemudian. Kali ini dia datang dengan membawa senjata laras panjang. dengan amunisi lengkap. Oknum tersebut kembali pergi namun kembali dengan membawa sensor dan merusak bangku dan meja yang ada.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menegaskan kejadian ini oknum tersebut akan diproses. “Kami akan proses hukum anggota tersebut dan ditarik ke Polda, “tegasnya.

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid menyatakan sikap anggota polisi ini tidak benar. Bahkan tindakan oknum tersebut justru kembali menciderai upaya pimpinan polri yang ingin kembali menjalin hubungan harmonis dengan para wartawan.

"Amuk menggunakan senjata api disertai dengan ancaman untuk menembak mati terhadap masyarakat sipil adalah perbuatan yang sangat berbahaya dan dapat dikategorikan perbuatan tindak pidana dan dapat dihukum. Saya melihat anggota polri saat ini kurang menghargai pimpinannya. Mereka juga tidak merasa takut karena peraturan internal di kepolisian saat ini terlalu longgar," ujar Alhamid.

Lanjutnya, dulu seorang kapolres dapat langsung memasukan anggota ke dalam tahanan selama 21 tanpa proses penyidikan jika dianggap melanggar disiplin, apalagi sampai mengancam dengan senjata api disertai pengrusakan sangat berat hukumannya.

" Kalau sudah seperti ini maka langkah cepat yang harus dilakukan oleh kapolres adalah memutasikan/ alih tugas yang bersangkutan keluar wilayah Mimika sehingga rekan rekan wartawan tidak merasa terintimidasi setiap saat," ujarnya.

Harusnya setiap anggota Polri membantu pimpinannya dengan tidak melakukan hal hal yang berdampak kepada institusinya. Permintaan perlindungan para wartawan kepada pihak TNI menjadi hal yang tidak perlu terjadi karena terkesan pimpinan polri tidak mampu mengatasi tindakan main hakim sendiri dari bawahannya.

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik