Pimpinan TNI/Polri Diminta Awasi Anggotanya | Pasific Pos.com

| 22 February, 2018 |

Anggota Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki. Anggota Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki.

Pimpinan TNI/Polri Diminta Awasi Anggotanya

Sosial & Politik Penulis  Senin, 04 Desember 2017 23:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Terkait Pengiriman Miras ke Wamena"

Jayapura,- Adanya dugaan ratusan botol Minuman Keras (Miras) yang di kirim ke Wamena Kabupaten Jayawijaya, beberapa hari lalu dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU yang disita oleh pihak Kepolisian, mendapat sorotan dari Anggota DPR Papua dari wilayah Pegunungan Tengah Papua, Nioulen Kotouki.

Untuk itu legislator Papua ini meminta pihak pimpinan TNI/Polri lebih memperketat lagi pengawasan kepada bawahannya di lapangan.

"Sekarang kami sedikit kesal karena ada kedapatan peredaran miras ke Wamena apalagi dengan gunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Jadi kami harap pihak TNI AU harus tegas. Dalam pemeriksaan harus tegas, seperti pesawat lain," kata Kotouki ketika ditemu Pasific Pos di ruang kerjanya, Senin (4/12/17).

Pihaknya menyesalkan pemasokan miras ke Tanah Papua, lebih khusus di wilayah pegunungen Tengah Papua melalui Wamena. Apalagi, Wamena ini mewakili dari beberapa kabupaten, sehingga memang titik sentralnya masuknya di Wamena.

Hanya saja kata Nioluen Kotouki, penyebarannya pindah ke Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Memberamo Tengah dan sampai ke wilayah selatan sehingga dari situ bisa menyebar lagi ke Yalimo, Yahukimo sampai ke Puncak Jaya.

“Jadi memang titik sentralnya ada di Wamena. Makanya Lebih khusus kami pertegas agar pihak TNI dapat melihat hal ini secara jeli, serta mengawasi bawahnnya secara rutin," tegas Kotouki.

Pada kesempatan itu, Nioluen membeberkan jika di Wamena satu botol Vodka dihargai Rp 500-800 ribu. Ini pendapatan yang besar. Apalagi soal Miras ini, harga diri Gubernur kerena sudah melakukan fakta integritas bersama seluruh bupati dan Walikota serta pimpinan DPR, bahkan juga dengan pihak keamanan.

"Saya kira ini, satu penghormatan yang tentunya harus kita hargai demi menyelamatkan orang Papua, “ ujar Neoluen.

Untuk itu tandas Neoluen, secara administrasi birokrasi, dalam keputusan gubernur itu berlaku hingga ke kabupaten/kota, bahkan ke kampung.

“Jadi sekali lagi kami berharap agar pihak TNI AU harus lebih tegas lagi kepada bawahannya di lapangan dalam melakukan pemeriksaan. Harus disamakan kepada pesawat-pesawat lainnya.  Dan pihak TNI coba kembali melihat hal ini secara jeli dan mengambil sikap tegas kepada bawahannya secara rutin, “ tutup Nioluen Kotouki. (TIARA)

Dibaca 183 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik