Legislator Papua Sesalkan Operasional Pesawat MAF Dihentikan | Pasific Pos.com

| 26 September, 2018 |

Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nathan Pahabol. Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nathan Pahabol.

Legislator Papua Sesalkan Operasional Pesawat MAF Dihentikan

Headline Penulis  Senin, 04 Desember 2017 22:35 font size decrease font size increase font size 1
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Nathan : Sebenarnya Tidak Perlu Bekukan Penerbangan MAF


Jayapura,- MAF adalah misi penerbangan yang mula-mula ada di Tanah Papua yang tujuannya sangat jelas dan mempunyai visi dan misi yaitu memperhatikan warga masyarakat yang berada di daerah pedalaman Papua, khususnya di daerah Pegunungan. Seperti daerah terisolir yang sulit dijangkau oleh pemerintah.

Namun, sangat disayangkan jika saat ini pesawat MAF tidak lagi beroperasi di Papua, lantaran dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah menghentikan operasional peswat MAF di Papua.

Untuk itu, Legislator DPR Papua, Nathan Pahabol menyesalkan sikap dari Kementerian Perhubungan yang telah menghentikan operasional pewata MAF di Papua.

Menurutnya, MAF sudah beroperasi di Papua lebih dari 70 tahun dan visi misinya sudah jelas, yaitu mengutamakan pelayanan kemanusiaan. Yang mana, ada beberapa bagian yang sangat penting, yakni menyangkut masalah pendidikan khususnya guru-guru injil yang mengajar di daerah pedalaman.

“ Jadi kami sesalkan keputusan Kementerian Perhubungan yang sementara waktu membekukan penerbangan MAF," tandas Nathan Pahabol yang juga sebagai Sekretaris Komisi V DPR Papua kepada Wartawan di ruang Baleg DPR Papua, Senin (4/12/17).

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, Penerbangan MAF menjadi jembatan bagi masyarakat dan konektivitas untuk bisa sampai ke daerah-daerah yang terisolir.

Apalagi kata Nathan, dalam pekabaran Injil, MAF ini juga menjadi pahlawan, karena dia adalah yang pertama dan terutama di dalam hati orang Papua khususnya masyarakat Pegunungan yang berada di daerah yang sulit dijangkau. Tapi MAF mampu melakukan itu.

Bahkan lanjut Nathan Pahabol, MAF juga sudah ikut membantu pembangunan yang ada di Tanah Papua, khususnya di daerah Pegunungan.
Ia mengungkapkan bahwa ada hal yang perlu dilengkapi oleh pihak maskapai penerbangan, sehingga Kementerian Perhubungan membekukan penerbangan MAF.

“Karena ada syarat yang harus dipenuhi dan dilengkapi pihak MAF.

"Ini juga memang penting, tapi sebenarnya pelayanan penerbangannya tidak perlu dibekukan atau dilarang. Sambil menunggu surat-surat itu di proses dan sambil menunggu surat-surat itu dilengkapai, apakah statusnya dinaikan atau diturunkan, sebaiknya operasi penerbangan MAF ini harus jalan, “ tegasnya.

Apalagi kata Nathan, dalam situasi menjelang hari raya Natal seperti ini, orang-orang yang berada di kampung, ingin merayakan natal di kampung masing-masing. Otomatis sangat membutuhkan penerbangan MAF untuk beroperasi lagi kembali.

Bahkan kata Nathan, dalam situasi darurat seperti ini, Kementerian Perhubungan malah menurunkan satu keputusan yang sebenarnya sangat merugikan orang Papua.

“Jadi sambil jalan dan sambil dilengkapi kekurangan yang ada, sebaiknya MAF beroperasi dulu kembali. Apalagi dalam bulan Desember dimasa Natal, keputusan ini sangat merugikan kami orang asli Papua," ketus Nathan Pahabol.

Sehingga pihaknya mempertanyakan, jika Kementerian Perhubungan bekukan ijin terbang pelayanan MAF, apakah ada alternatif lain yang mereka siapkan atau tidak.

“Nah, kalau dia tidak siapkan, ini sama saja dia memutuskan orang Papua punya leher. Jadi kami sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI ini, “ tukasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Presiden Jokowi untuk menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar mengizinkan pesawat MAF kembali beroperasi, sambil pihak maskapai penerbangan melengkapi syarat yang diminta Kementerian.

"Kami juga minta Pemprov terutama Dinas Perhubungan supaya membicarakan ini dengan Kementerian Perhubungan, agar MAF bisa kembali beroperasi," pintanya.

Untuk itu kami mendesak Gubernur Papua dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas Perhubungan, untuk segera lakukan rapat terbatas, dan rapat koordinasi dengan pimpinan MAF di Sentani.

Nathan Pahabol menambahkan, jika keberadaan MAF sangat membantu orang asli Papua karena hampir 70 persen menggunakan MAF.

"Makanya kami juga minta dinas perhubungan segera lobi ke kementerian, untuk carter pesawat lain. Kalau kementerian tidak siapkan alternatif lain dan dia bilang MAF tidak beroperasi, nah pertanyaan kami, kamu buat apa bagi orang Papua, “ tutup Nathan Pahabol. (TIARA)

Dibaca 755 kali

1 comment

  • Comment Link Denix 5/ 12/ 2017 posted by Denix

    MAF adl salqh satu Tiang TANAH PAPUA
    Tidak di benarkan.. Pemerintah seenaknya saja membekukan .. Apa alasan pokoknya...?

    Semua Peta dan durasi serta waktu... Terbang di semua titik pedalaman di RUMuSKAN oleh Eksplorasi MAF... Tanoa peta itu.. Semua penerbangan akn susah beroperasi...

    Krn Semua lapangan hanya MAF dan AMA yg punya RUMUSNya...
    MAF mauoun AMA lah yg membangun NKRI di Papua.. Kalian lupa kah..????
    Heraaaann skali

    Keputusan pemerintah pusat.. Tidak Bijaksana ..terkesan mengada ada. ..tanpa pertimbangan yg dewasa layaknya Pemimpin negara.

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.