Bayar Gaji Guru Honor, Pemprov Kesulitan Cari Anggaran | Pasific Pos.com

| 22 February, 2018 |

Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda. Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda.

Bayar Gaji Guru Honor, Pemprov Kesulitan Cari Anggaran

Headline Penulis  Minggu, 03 Desember 2017 21:29 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan mengkonfirmasi masih kesulitan mencari anggaran untuk membayar gaji guru honor yang dilimpahkan dari kabupaten.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Papua Elias Wonda, ada sekitar 3.109 guru yang dilimpahkan penggajiannya dari kabupaten. Nilai gaji yang dibayarkan pemerintah kabupaten sebelumnya pun bervariasi.

Untuk guru honor yang ditempatkan pada daerah sulit pun diketahui menerima gaji hingga mencapai Rp 5 jutaan.

Dengan begitu, ini menjadi masalah bagi Pemerintah Provinsi. Kalau untuk guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) sudah tak ada masalah. Sebab sistem penggajiannya sudah dibayar negara. Guru honor ini yang mesti kita pikirkan dan sementara dibahas dengan DPR Papua,” terang Elias kepada pers di Jayapura, Sabtu (2/11/17).

Kendati pada akhirnya dibayar tak sesuai nilai yang diterima sebelumnya, Elias berharap para guru honor itu tak kecewa. Pada intinya, dia mengupayakan agar gaji mereka mengikuti nilai upah minimum provinsi (UMP) 2018 yang sementara direvisi.

 “Yang pasti kami berusaha supaya guru honor ini pun bisa dibayar dulu gajinya. Makanya nanti kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten asal juga, supaya gaji daripada guru honor ini tidak menunggak,” ucap dia.

Sementara menyinggung jumlah ASN guru yang dilimpahkan ke provinsi penggajiannya, kata Elias, mencapai 4.626. Jumlah tersebut mencapai pegawai golongan I hingga IV. “Baik guru, pegawai tata usaha, penjaga sekolah maupun petugas kebersihan sudah kita daftar seluruhnya”.

 “Untuk pegawai negeri ini sudah tidak ada masalah. Karena gajinya sudah masuk sistem penggajian oleh negara”.

 “Sedangkan untuk kendala lain saat ini adalah, pengalihan prasarana dan dokumen yang pelan-pelan sementara kita benahi. Sebab memang untuk dokumen ini butuh waktu dan ini juga kendala yang dihadapi seluruh provinsi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Papua Nicolaus mengakui dengan diserahkannya pengelolaan SMA dan SMK kepada pemerintah provinsi, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang semula berjumlah 7000-an, kini membengkak menjadi lebih dari 13 ribu.

Menurut Nicolaus, dalam waktu dekat BKD Papua bakal melakukan pendataan pegawai, baik di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun seluruh guru SMA dan SMK. Sementara untuk pendataan guru akan dilakukan secara bertahap melalui dinas pendidikan.

Dibaca 172 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik