Bupati Mandacan Tegur Direktur PDAM | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Bupati Mandacan Tegur Direktur PDAM

Papua Barat Penulis  Selasa, 21 November 2017 15:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari kembali dikeluhkan. Kali ini, langsung disampaikan Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan karena pelayanan air bersih hingga di rumah dinasnya di Brawijaya tidak memuaskan.

“PDAM tolong liat air, saya punya kediaman sana telpon-telpon dulu baru ada,” kata Bupatu Mandacan saat memimpin apel gabungan di halaman kantor Bupati Manokwari di Sowi Gunung, Senin (20/11/17).

Bupati, dengan nada yang cukup tinggi meminta PDAM agar lebih memperhatikan pelayanan air bersih untuk masyarakat di Manokwari. “Saya saja sudah begitu apalagi masyarakat kecil. Jadi saya sampaikan ini terakhir ya, saya tidak mau saya telpon lagi, kalau saya telpon lagi ya, berarti tahu sendiri,” ucap Mandacan.

Terpisah, Direktur PDAM Manokwari, Bobby J. Wariori saat dikonfirmasi Tabura Pos mengenai permintaan Bupati saat apel, tidak menampiknya. Dijelaskannya, tidak maksimalnya pelayanan air bersih kepada masyarakat belakang ini karena ada pemalangan jaringan milik PDAM di Maruni oleh sejumlah masyarakat yang tidak lulus seleksi CPNS di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Papua Barat beberapa waktu lalu.

“Baru dibuka kemarin, tapi buka tidak hanya buka saja tapi ada perjanjian lagi karena mereka mau aspirasi ke pak Gubernur Papua Barat, tetapi kita yang fasilitasi,” kata Wariori.

Lebih lanjut Wariori menjelaskan, masalah air bersih ke kediaman bupati, karena jaringannya masih menggunakan jaringan lama peninggalan zaman Belanda yang terletak di Brawijaya.

“Terus pak bupati tadi begitulah karena kita juga kekeringan. Untuk jaringan mata air tersendiri tetapi sudah rusak dan sumbernya dari hutan lindung jadi kalau satu minggu panas 2-3 hari saja sudah tidak sampai, jadi fasilitas kita dengan mobil tangki terus,” bebernya.

Untuk pelayanan air ke kediaman Bupati, Wariori mengatakan mengambilnya dari sumber mata air di Maruni. Kenapa harus telepon dahulu baru dilayani, Wariori menjelaskan karena disaat bersamaan pihaknya masih melakukan pendekatan kepada masyarakat yang memalang jaringan PDAM di Maruni.

“Hanya kita mau ambil di tempat lain tapi kita khawatir beliau ada gatal karena masalah kebersihannya, kita belum coba ambil dari tempat lain dan selama ini kita ambil dari Maruni,” ungkap Wariori menambahkan, jika saat ini sumber air dari Maruni sudah kembali normal. [SDR-R3]

Dibaca 772 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX