Satu Warga Tawanan KKB Dievakuasi ke RS Tembagapura | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Sugiyono, warga sipil yang dievakuasi oleh mama-mama dari kampung Banti karena mengalami sakit dan stres saat menjadi tawanan KKB. Sugiyono, warga sipil yang dievakuasi oleh mama-mama dari kampung Banti karena mengalami sakit dan stres saat menjadi tawanan KKB.

Satu Warga Tawanan KKB Dievakuasi ke RS Tembagapura

Headline Penulis  Rabu, 15 November 2017 00:01 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menuturkan salah satu warga pendatang bernama Sugiyono yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata di kampung Kimbely, jatuh sakit dan mengalami sters selama sepekan.

"Sugiyono berhasil keluar kampung berkat bantuan mama-mama penduduk lokal. Selama 3 jam, para mama ini memikul Sugiyono menuju Tembagapura untuk mendapatkan pertolongan medis,"ungkapnya, Selasa (14/11/17).

kata Aidi, selama ini Sugiyono mendulang emas secara tradisional sejak tahun 2009 dan tinggal di rumah kepala suku setempat sehingga dia diberi izin keluar dari Kimbely untuk mendapat pertolongan medis.

“Saat ini Sugiyono berada di Rumah Sakit Tembagapura untuk mendapat pertolongan. Sugiyono digotong mama-mama yang hendak mengambil bahan makanan yang disediakan pemerintah. Saat tiba di Tembagapura, Sugiyono memiliki fisik yang sangat lemah dan juga stres" tuturnya.

mama mama dari kampung banti
Mama mama dari kampung banti yang membantu mengevakuasi salah satu warga yang disandera bernama Sugiono untuk berobat ke RS Tembagapura. Juga mama mama tersebut diberikan tugas oleh KKB untuk mengambil makanan yang disediakan pemerintah setempat.



Menurut Aidi, Diduga, penyebab Sugiyono stres lantaran tak diberikan akses keluar kampung selama ini, apalagi informasinya mereka dijaga oleh anggota Tentara Papua Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM) yang dilengkapi senjata api.

"Dari pengakuannya, selama ini mereka hanya mengonsumsi hasil kebun masyarakat karena warung di sana sudah ditutup,” katanya.

Aidi menambahkan, panyanderaan masih berlangsung di sana. Para penyandera kehabisan logistik. Lalu mereka meminta mama-mama penduduk lokal untuk mengambil bahan makanan yang disediakan pemerintah di kota.

“Hanya mama-mama yang diberi izin keluar, tetapi mereka juga dapat ancaman, apabila mama-mama yang mengambil bahan makanan memberikan ancaman kepada kelompok TPN OPM ini, nyawa keluarga mereka penggantinya,” kata Aidi.

Dibaca 89 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.