Kekurangan Guru, 5 Guru SLB Mendidik 60 Murid Disabilitas | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Kekurangan Guru, 5 Guru SLB Mendidik 60 Murid Disabilitas

Papua Barat Written by  Minggu, 05 November 2017 21:46 1
Rate this item
(0 votes)

Emma Taken: Sejak tahun 1989, belum ada penerimaan guru sampai sekarang


Manokwari, TP – Sejak 2006, Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih yang terletak di Manunggal, Amban, Manokwari, kekurangan guru atau tenaga pendidik untuk mendidik anak-anak penyandang disabilitas.

Kepala SLB Panca Kasih, Emma Aya Taken, S.Pd mengaku bahwa sekolah yang dipimpinnya itu mengalami kendala kekurangan tenaga pendidik, sejak beberapa tahun lalu.
Dikatakan Emma Taken, persoalan tersebut sudah disampaikan ke instansi terkait maupun melalui media massa, tetapi sampai sekarang tidak ada respon positif. Apalagi, ungkap dia, tenaga pendidik di SLB Panca Kasih masih berstatus tenaga honor, belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
“Sejak tahun 1989, belum ada penerimaan guru sampai sekarang, sedangkan sekolah lain, seperti di Sorong dan Jayapura sudah melakukan pengangkatan guru SLB. Seharusnya, 1 tenaga guru SLB mengajar atau mendidik 1 murid. Di Makassar saja, 1 guru SLB mendidik 2 murid, sedangkan di SLB Panca Kasih hanya memiliki 5 guru untuk mendidik 60 murid yang aktif dari total 70 murid,” papar Emma Taken yang ditemui Tabura Pos di SLB Panca Kasih, Amban, Manokwari, Jumat (3/11).
Menurutnya, kondisi kekurangan guru ini, maka proses belajar dan mengajar dilakukan dengan cara membagi sesuai ketunaan anak didik. “Mislanya, Tuna Wisma dan Tuna Rungu, baik dari tingkat SD sampai SMP, terpaksa disatukan dalam 1 ruang kelas,” katanya.
Dikatakannya, meski metodenya berbeda, Emma Taken mengaku, materi pelajaran yang diberikan terhadap anak didik di SLB Panca Kasih tidak jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya, yakni membaca, menulis, dan berhitung. [CR43-R1]

Read 353 times

1 comment

  • Comment Link kiki Selasa, 09 Oktober 2018 10:08 posted by kiki

    kalau mau jadi relawan guru bagaimana caranya

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.