Personil TNI-POLRI dari Luar Harus Belajar Karakter Orang Papua | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda, SH, MH. Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda, SH, MH.

Personil TNI-POLRI dari Luar Harus Belajar Karakter Orang Papua

Headline Penulis  Minggu, 22 Oktober 2017 22:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Terkait personil yang akan didatangkan dari luar Papua,  Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda, SH, MH meminta kepada Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih agar memberikan sosialisasi terlebih dahulu terhadap personil yang didatangkan dari luar untuk mengamankan Pilkada serentak tahun 2018 mendatang.

 “Seluruh aparat baik TNI-Polri yang baru ditugaskan dari luar Papua ke Papua, dia harus belajar tentang karakter dan budaya orang Papua,” katanya.

Yunus Wonda menjelaskan, orang Papua membawa panah, kapak dan parang itu, merupakan budaya turun temurun. Karena digunakan untuk alat mencari nafkah hidup.

Untuk itu, tandas Yunus Wonda, mereka (personil-red) perlu digembleng terlebih dahulu tentang budaya dan karakter orang Papua.

“Sehingga ketika ditugaskan ke daerah, dia tidak kaget dengan situasi. Jadi harus belajar bersabar menghadapi situasi di Papua, tidak bisa langsung dihadapi dengan senjata,” pesannya.

Menanggapi soal rencana Polda Papua akan mendatangkan personel dari luar untuk mengamankan Pilkada serentak, Yunus Wonda mengakui tentunya Polda Papua sendiri bisa mengukur kekuatan mereka untuk mengantisipasi kondisi yang ada di Papua, apakah ditambah atau tidak.

baca, Polda Papua di Backup 7 Peleton Brimob dari Mabes

Hanya saja kata Yunus Wonda, bahwa semakin besar pengiriman personel aparat keamanan di Papua, maka semakin membuat pertanyaan besar di Papua.

“Saya pikir, kekuatan yang ada di daerah, polisi di polsek maupun koramil bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, ketika mendatangkan personel dari luar Papua, tentu banyak yang tidak tahu budaya dan karakter orang Papua.

Selain itu tambahnya, mereka masih muda dan emosinya kadang tidak terkendalikan dan tidak sabar menghadapi masyarakat Papua.

“Ingat, satu orang Papua saja mati di atas tanah ini, dampaknya bukan hanya nasional, tapi internasional. Itu perlu dicatat baik-baik,” tandas Yunus Wonda. (TIARA)

Dibaca 137 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.