Kabupaten Deiyai Belum Rekam E-KTP | Pasific Pos.com

| 26 September, 2018 |

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua, Ribka Haluk. Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua, Ribka Haluk.

Kabupaten Deiyai Belum Rekam E-KTP

Lintas Daerah Penulis  Senin, 16 Oktober 2017 06:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kabupaten Deiyai menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang belum melakukan perekaman e KTP.  Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua Ribka Haluk kepada pers di Jayapura (13/10/17).

Seperti diketahui dari data yang diterima redaksi untuk Kabupaten Deiyai baru melakukan perekaman e KTP sebesar 0,42 persen, Kabupaten Dogiyai 1,61 persen, Lanny Jaya 2,47 persen, Nduga 2,51 persen, Mamberamo Tengah 10,74 persen.

Sementara tertinggi Kabupaten Boven Digul yakni 86,04 persen. Disusul Kabupaten Supiori yakni 79,93 persen selanjutnya Kota Jayapura 69,12 persen, Asmat 56,22 persen, Mappi 44,27 persen.

“Deiyai sama sekali belum merekam. Mesinnya lagi rusak belum bisa nyala. Jadi bagaimana orang mau merekam,”tuturnya.

Untuk itu Ribka mengaku  sudah memerintahkan para stafnya. Agar setelah melakukan bimbingan teknis untuk segera turun ke lapangan. Ribka juga mengingatkan nantinya semua pelayanan akan berbasis kepada e KTP, yakni semua syarat dasar harus memiliki Nomor Induk Kependudukkan (NIK).  “Mau naik pesawat, ke Bank, urus surat jaminan kesehatan, SIM, Surat Berharga dan semua surat semuanya akan berbasis dan harus mempunyai KTP.

Selain itu juga pengguna telepon selular saat ini harus mempunyai NIK dan data keluarga.  Untuk itu pemerintah memberikan batas waktu sampai dengan bulan Februari tahun 2018. “Jadi siapa yang tidak mendaftar maka kartunya diblokir. Jadi kami menghimbau ini semacam security social atau untuk keamanan,”tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Kependudukkan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri -Republik Indonesia Prof  Zudan Arief Fakrulloh mengaku telah memberikan instruksi kepada jajaran

Diskupcapil di Kabupaten/kota di Provinsi Papua. "Saya instruksikan semua Kadiskupcapil  untuk turun lebih aktif melakukan perekamam jadi harus ada jemput bola untuk melakukan rekaman,"terangnya menjawab pertanyaan media ini di Hotel Aston Jayapura, usai menjadi narasumber pada Temu Teknis Kebijakan Administrasi Kependudukkan Provinsi Papua, Yang diselenggarakan Dinas Sosial, Kependudukkan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Jumat (13/10).

Kata Zudan, aparat Diskupcapil di daerah harus jemput bola dengan mendatangi distrik - distrik dan kampung - kampung. Kemudian datangi juga  ke sekolah - sekolah ke Masjid dan gereja untuk melakukan perekaman.

Pasalnya untuk perekaman e-KTP di Provinsi Papua baru mencapai 30 persen dan sangat rendah. Sedangkan untuk tingkat nasional saja sudah 95 persen. "Oleh karena itu saya instruksikan semua kepala Dinas Diskupcapil seluruh Papua untuk lebih aktif melakukan jemput bola.

Dengan mengumpulkan masyarakat di desa bahkan di kecamatan petugasnya silahkan datang dengan mendatangi masyarakatnya,"tuturnya.

Bahkan dirinya meminta untuk diupayakan  juga pada hari Sabtu dan Minggu kantornya buka.  Karena masyarakat yang libur di hari Sabtu dan Minggu akan mendapatkan pelayanan. 

"Itu yang saya dorong dan harus diutamakan. Kadiskupcapil untuk fokus di tiga bulan terakhir untuk terus melakukan aktifitas secara lebih intensif,"ucapnya.

Dibaca 628 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.