Pasific Pos.com | YPMP Teken Kerjasama Dengan Fakultas Kedokteran UI

  |  23 October, 2017

Presiden Yayasan Pelita Meepago Papua (YPMP), Ruben Magai. Presiden Yayasan Pelita Meepago Papua (YPMP), Ruben Magai.

YPMP Teken Kerjasama Dengan Fakultas Kedokteran UI

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 12 Oktober 2017 21:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Kembangkan Komunikasi Adat Antar Pasien dan Tenaga Kesehatan di Papua”

Jayapura,- Guna mengembangkan komunikasi adat antar pasien dengan para tenaga kesehatan di Papua, maka Yayasan Pelita Meepago Papua (YPMP) melakukan kerjasama dengan Konsultan Klinik Fakultas Kedokteran (KKFK) Universitas Indonesia.

Presiden Yayasan Pelita Meepago Papua (YPMP), Ruben Magai mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Konsultan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) untuk mengembangkan komunikasi adat antara pasien dengan para tenaga kesehatan di Papua.

Namun diakuinya, jika selama ini pelayanan kesehatan kadang terbentur dengan masalah bahasa atau komunikasi antara pasien dengan tenaga kesehatan, baik dokter, bidan, perawat dan lainnya.

 “Selama ini, kami lihat masalah komunikasi saja dapat mengakibatkan pelayanan kesehatan tidak maksimal. Misalnya, pasien di daerah belum tentu bisa berbahasa Indonesia, sehingga komunikasi dengan tenaga kesehatan tidak nyambung,” ungkapnya.

 Sementara di Papua ini lanjut Ruben Magai, terdapat ratusan bahasa masyarakat adat, sehingga YPMP bersama Fakultas Kedokteran UI melakukan riset selama 1 bulan di beberapa Puskesmas dan rumah sakit yang menjadi sample di Papua.

 “Kita sudah teliti, termasuk pasien kita ambil dari beberapa kelompok masyarakat dan dokter yang berasal dari luar Papua,” ujar Ruben.

Namun kata Ruben, untuk komunikasi antara pasien dengan dokter ini, sudah dipresentasikan dan diajarkan kepada dokter-dokter.

 “Pengakuan mereka, memang kesulitan dalam komunikasi antara dokter dengan pasien, begitu juga sebaliknya. Selain itu juga, kita lakukan training kepada tiga dokter sebagai langkah awal,” kata Ruben Magay.

Namun kata Ruben, jika ketiga dokter yang mengikuti training ini, mengaku jika selama ini kesulitan berkomunikasi dengan pasien, apalagi yang tidak mengetahui bahasa Indonesia.

Sehingga lanjut Ruben Magay, Fakultas Kedokteran Gigi UI sudah sepakat dengan YPMP agar komunikasi harus dikembangkan di Papua.

Untuk itu, Pihaknya berharap dari hasil penelitian itu disampaikan ke departemen kesehatan agar dievaluasi ke depannya.  

 “Kami harap ini akan jadi masukan bagi pemerintah, melalui departemen kesehatan. Apalagi, disitu ada yang mengatur mengenai komunikasi kreatif antara pasien dan tenaga kesehatan,” tutup Ruben Magay. (TIARA)

Dibaca 45 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini