Pasific Pos.com | Protes, Puluhan Warga Tolikara Palang Jalan Trans

  |  23 October, 2017

Kepala daerah terpilih kabupaten Tolikara, Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo (foto dok). Kepala daerah terpilih kabupaten Tolikara, Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo (foto dok).

Protes, Puluhan Warga Tolikara Palang Jalan Trans

Sosial & Politik Penulis  Kamis, 12 Oktober 2017 20:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Terkait terpilihnya kembali Usman Wanimbo sebagai Bupati Tolikara"

Jayapura,- Sejumlah masyarakat yang perotes atas terpilihnya kembali calon bupati petahana Usman Wanimbo pada Pilkada Tolikara, melakukan aksi pemalangan jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena, kabupaten Jayawijaya ke Karubaga, ibu kota kabupaten Tolikara, Selasa (10/10/17).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Informatika dan Komunikasi Kabupaten Tolikara Derwes Jikwa saat dihubungi dari Jayapura, Kamis (12/10/17).
 
Derwes mengatakan, warga memalang ruas jalan di distrik Kubu dengan menggunakan kayu. Hal ini menyebabkan distribusi barang kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak terhenti di daerah tersebut.

"Warga yang ingin berpergian dari Kubu ke Karubaga harus berjalan kaki sekitar 5 kilometer atau menggunakan jasa ojek sepeda motor yang biaya di atas Rp 50.000,' ungkap Derwes.

Derwes menuturkan, pihak kepolisian dan perwakilan Pemkab Tolikara telah menempuh upaya persuasif agar warga menghentikan aksi pemalangan jalan. Namun, mereka menolaknya dan tetap bersikeras menutup ruas jalan tersebut.

"Mereka adalah simpatisan dari salah satu calon bupati yang kalah dalam Pilkada di Tolikara, yakni John Tabo. Kemungkinan ada provokator yang menggerakkan warga untuk memalang ruas jalan tersebut. Sementara situasi di Tolikara masih tetap kondusif hingga kini," tutur Derwes.

Ia berharap pihak kepolisian segera membuka ruas jalan tersebut sehingga distribusi sembako dan BBM dari Wamena ke Tolikara berjalan lancar. Apabila ruas jalan itu ditutup selama sepekan, maka kami akan kesulitan mendapatkan sembako dan BBM," harap Derwes.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, jajaran Polres Tolikara masih berupaya berkomunikasi dengan warga yang menutup ruas jalan tersebut.  

"Di Papua tak bisa menggunakan cara kekerasan untuk meredam konflik. Karena itu, kami akan menggunakan cara persuasif kepada mereka tentang pentingnya manfaat jalan tersebut untuk kedudukan sehari-hari warga Tolikara," kata Ahmad.

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini