Pasific Pos.com | 40 Persen Terumbu Karang di Papua Rusak Parah Akibat Pengeboman

  |  23 October, 2017

Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya. Dir Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

40 Persen Terumbu Karang di Papua Rusak Parah Akibat Pengeboman

Info Papua Penulis  Kamis, 12 Oktober 2017 19:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Akibat dari pengeboman ikan yang dilakukan oleh oknum-oknum nelayan yang tidak bertanggung jawab, mengakibatkan 40 persen Terumbu Karang di wilayah perairan utara Papua mengalami kerusakan.

Hal ini diungkapkan Direktur Polair Polda Papua, Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto saat ditemui wartawan diruang kerjanya Kamis,(12/10/17) siang.

 Yulius Menuturkan, Berdasarkan Hasil Obervasi, Pihaknya menemukan banyak terumbu karang yang telah mengalami kerusakan parah di sejumlah titik mulai dari wilayah perairan perbatasan Papua Nugini hingga Kota Jayapura bahkan sampai ke perairan kbupaten Biak Numfor.

"Kerusakan Ini utamanya disebabkan karena kebiasaan nelayan tradisional yang menangkap ikan menggunakan bom atau yang biasa disebut Dopis sehingga mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang", ungkapnya.  
 
Dirinya pun menambahkan dampak dari pemboman ikan secara brutal ini sangat besar, karena bisa sampai radius 15-20 meter apabila Bom itu dibuang di kedalaman air sekitar lima meter.

 "Bisa dibayangkan kalau seandainya oknum nelayan ini menggunakan puluhan bom ikan, berapa banyak habitat terumbu karang yang akan rusak dan ini sangat mengkhawatirkan serta menjadi ancaman,". Tegasnya.  
 
Selain itu juga dirinya menilai rusaknya terumbu karang akibat penggunaan bom ikan dapat mengurangi populasi biota laut, selain itu berpotensi menyebabkan abrasi di wilayah pesisir pantai Papua.

"Rusaknya terumbu karang akibat bom ikan juga tentunya berpotensi menyebabkan abrasi. Sebab karang juga berfungsi sebagai penahan air laut. Namun memang yang paling beresiko adalah tidak ada lagi biota laut yang bisa hidup. Akhirnya nanti semakin sulit mencari ikan dan harga ikan semakin mahal,".
 
Menyikapi kondisi ini, Pihak Kepolisian Air Polda Papua terus memberikan himbauan kepada masyarakat lokal pesisir melalui Bhabinkamtibmas, Terkait dampak buruk penggunaan bom ikan. Bahkan Polda Papua pun telah mencanangkan gerakan cinta bahari yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
 
Dari data Pol Air Polda Papua, sejak tahun 2016-2017 Pol Air Polda Papua telah menangani 7 kasus pemboman ikan oleh masyarakat tradisional, diharapkan kedepan kasus pemboman ini terus menurun sehingga kekayaan biota laut di papua dapat terjaga.

Dibaca 34 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini