Pasific Pos.com | KUA PPAS 2018 Papua Masih Dikonsolidasi

  |  23 October, 2017

Sekda Papua, Hery Dosinaen. Sekda Papua, Hery Dosinaen.

KUA PPAS 2018 Papua Masih Dikonsolidasi

Info Papua Penulis  Kamis, 12 Oktober 2017 17:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua masih melakukan konsolidasi terhadap penyusunan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2018 secara mendalam.

Hal ini dilakukan dalam rangka penyelesaian Rencana Kerja (Renja). Sebab tahun 2018 banyak kegiatan yang akan membutuhkan anggaran yang cukup besar seperti Pemilukada yang terserap di KPU, Bawaslu dan Keamanan yang mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Pemerintah Provinsi Papua pro aktif dalam penyelesaian KUA/PPAS, saat ini sementara dilakukan pembahasan untuk menyelesaikannya,” kata Sekda kepada wartawan usai menghadiri peresmian kantor BPR Anak Negeri Papua di Ruko Pasifik Jayapura, Kamis (12/10/17).

Selain itu, pelaksanaan PON XX Tahun 2020 di Papua juga membutuhkan anggaran yang besar, sehingga kita harus benar-benar mengkaji dengan baik, kata Sekda.

Sebelumnya, Gubernur Papua meminta agar dokumen KUA PPAS Rancangan APBD induk 2018, dibahas bulan ini ke DPR Papua.

Menurut Lukas Enembe, rancangan APBD 2018 harus ditetapkan dalam bulan ini (Oktober, red) supaya pelaksanaan kegiatan tahun depan bisa berjalan di awal tahun.

Gubernur juga berharap pemerintah kabupaten dan kota pun melakukan hal yang sama. Supaya, pelaksanaan kegiatan pembangunan di 2018 tak terganggu karena sebagian besar bakal diisi dengan agenda politik.

Sekretaris Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Indro Baskoro dalam satu kesempatan mengimbau agar penyusunan APBD 2018 di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, disahkan tepat waktu.

Meski begitu, penyusunannya harus sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2018,”katanya.

Dibaca 25 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini