Pasific Pos.com | Perizinan Perikanan Tangkap di Papua Menggunakan Aplikasi SIMKADA

  |  23 October, 2017

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Drs. FX. Mote, M.Si. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Drs. FX. Mote, M.Si.

Perizinan Perikanan Tangkap di Papua Menggunakan Aplikasi SIMKADA

Info Papua Penulis  Rabu, 11 Oktober 2017 19:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan Dinas Kelautan dan Perikanan telah meluncing aplikasi sistem Informasi Manajemen Kapal Daerah (SIMKADA) pada bulan Juli lalu dan akan diimplentasikan pada bulan November 2017 mendatang.

Aplikasi SIMKADA ini akan melayani para Nelayan/usaha penangkapan ikan mulai dari kapal perikanan berkuruan 5-30 Gross Tonege (GT) secara elektronik, “jadi aplikasi SIMKADA ini berbasis web dan melayani kapal perikanan ukuran 5 – 30 GT,” demikian ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Drs. FX. Mote, M.Si di ruang kerjanya Rabu (11/10/2017).

Dikatakan, implementasi ini berdasarkan UU nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah dimana kewenangan pemerintah provinsi untuk pengelolaan sampai dengan 12 mile laut dan perizinan mulai 5 -30 GT,” jadi ukuran kapal 10 – 30 GT wajib memiliki SIUP, SIPI dan SIKPI sementara dibawah 10 GT akan dicatat dan dibuatkan BPKP melalui aplikasi ini” ujarnya.

Data Perizinan Perikanan (SIUP, SIPI dam SIKPI) yang dikeluarkan atau diterbitkan  melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP setelah dikompilasi tahun 2015 sebanyak 193 Izin, tahun 2016 sebanyak 133 dan tahun 2017 sampai bulan oktober mencapai 137 izin, “Data ini yang diintegrasikan melalui aplikasi SIMKADA dan bulan November nanti prosesnya akan melalui aplikasi”tegasnya.

Daerah yang potensial untuk Provinsi Papua ada di Kabupaten Merauke dan Mimika, sementara daerah penangkapan yang diberikan adalah dilaut aru dan arafura atau Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) 718.

”Jadi semua persyaratan untuk melakukan usaha syaratnya harus memiliki keterangan domisili usaha dikabupaten setempat dan rekomendasi kepala dinas perikanan kabupaten,”ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Sumber Daya ikan dan Pengedalian Penangkapan ikan Agus Rahmawan, S.ST.Pi, M.Si mengharapkan dengan menggunakan aplikasi SIMKADA, maka dapat terintegrasi data perizinan kapal perikanan secara nasional, standarisasi proses penerbitan perizinan (SIUP, SIPI, SIKPI) dan pengelolaan Sumber Daya Ikan menjadi lebih mudah.

Ditambahkan, Dinas KP Papua tengah mengintegrasikan semua data dalam rangka satu data KKP, “jadi kami perikanan papua juga tengah berupaya mengitegrasikan satu data ini, mulai dari aplikasi kenelayanan kartu nelayan, asuransi nelayan, Simkada, PIPP informasi pelabuhan, Statistik perikanan diharapkan semua dapat di akses melalui http://dkp.papua.go.id” ucapnya.

Dibaca 36 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini