Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Jayapura Melalui Batik | Pasific Pos.com

| 22 January, 2020 |

Foto bersama Pemerintah Kota Jayapura dan para peserta pelatihan teknis batik motif Port Numbay. Foto bersama Pemerintah Kota Jayapura dan para peserta pelatihan teknis batik motif Port Numbay.

Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Jayapura Melalui Batik

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 05 Oktober 2017 17:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA, - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Frans Pekey mengatakan, sebagai anak adat di Papua khususnya Kota Jayapura agar terus melindungi dan mengembangkan batik, karena merupakan warisan budaya.

"Pemerintah Kota Jayapura memberikan perhatian untuk mengembangkan dunia usaha dibidang batik dengan harapan semakin banyak mucul pengusaha batik dari anak asli Papua," kata Frans pada acara pelatihan teknis batik motif Port Numbay di SMKN 5 Jayapura, Kamis (5/10).

Pemkot Jayapura berharap, agar batik yang sudah dikembangkan terus ditingkatkan kualitasnya sehingga berdaya saing sehingga bernilai jual tinggi, karena saat ini masuk dalam era kompetisi.

Warga di Kota Jayapura diajak terus menggali potensi yang ada dan meningkatkan kemampuan sehingga semakin bayak ilmu tentang cara membatik yang baik sehingga diminati konsumen.

Seorang peserta kegiatan tersebut, Mary Fingkreuw mengaku sudah mengikuti kegiatan membatik, namun untuk pelatihan batik Port Numbay baru pertama kalinya.

"Untuk membantu meningkatkan perekonomian. Membatik sangat indah karena untuk mempekenalkan batik Papua khususnya Port Numbau yang cocok untuk semua kalangan. Bagi saya terlalu indah mempelahari batik Port Numbay karena belum pernah ikut," kata Mary.

Setelah mempelajari cara membatik, Mary optimis terus memperkalkan batik Papua karena banyak motifnya diantaranya Kota Jayapura, yang identik dengan burung Cenderawasih.

"Sudah ada bantuan peralatan dari pemerintah. Balum pasarkan tapi kami masih pasarkan dilingkungan kami saja. Tidak ada kendala termaksud bahan. Keinginan saya bisa produksi lebih banyak," kata Mary.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura Robert L. N. Awi mengatakan, untuk pemasaran sudah sangat siap. Hanya saja untuk mendapatkan produk dengan batik Port Numbay masih minim.

"Kami bertugas mengembangkan keterampilan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan produknya sehingga layak di jual sehingga meningkatkan perekoomian warga," kata Robert.

Pelatihan teknil batik motif Port Numbay mendatangkan instruktur dari Jogjakarta, yang diikuti sebanyak 25 orang asli Papus dari tiga kelurahan dan dua kampung, Distrik Abepura.

Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari dari Kamis, 5 Oktober hingga Kamis, 12 Oktober 2017, yang merupakan program pengembangan industri kecil dan menengah anggaran 2017 Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura.

Dibaca 1380 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik