Pasific Pos.com | Dualisme Kepemimpinan PKPI Di Papua

  |  21 September, 2017

Ramses Wally. Ramses Wally.

Dualisme Kepemimpinan PKPI Di Papua

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 13 September 2017 22:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Dualisme Kepemimpinan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Papua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia  (PKPI) di tanah Papua mendapat kritikan keras dari Ramses Wally .
Kritik ini disampaikan Ramses Wally kepada wartawan di cafe Prima Garden Rabu (13/9).

Ramses Wally, menpertanyakan kegiatan yang selama ini yang dilaksanakan Ir. Junaidi Rahim bersama kawan kawannya yang menyatakan bahwa mereka Ketua PKPI yang sah di Papua.

"Saya katakan bahwa jika dirinya sah maka harus menunjukkan SK nya itu, dan terdaftar di Kemenkumham atau tidak. Jika tidak maka dia melakukan pembohongan publik, seolah-olah dia adalah ketua yang sah," ujar Ramses Wally.

"Sampai saat ini saya adalah ketua yang sah, saya memegang 2 SK pertama dari bapak Ikhwan Nur dan Hendropriyono, dan mereka tercatat dalam Kementerian Hukum dan HAM. Sementara jika selama ini Junaidi mengatakan bahwa saya sudah dipecat, maka dengan dasar apa, karena sampai saat ini saya tidak tahu surat pemecatan saya," tandas Wally.

Dikatakannya bahwa,  Junaidi hanya cari makan, dia datang hanya menikmati apa yang ada di PKPI. "Saya bersama bapak Eddy Suderajat almarhum dan nama saya tercatat dalam lembaran negara, dalam nomor 75, kalau Junaidi ini tidak pernah. Dan sekarang dia semacam kacang lupa kulitnya, sekarang membuka pendaftaran untuk Bupati dan Gubernur. Yang dilakukan adalah pembohongan publik dengan membuka pendaftaran itu. Sampai saat ini negara akui yang menjadi Ketua PKPI adalah bapak Hendropriyono," ujar Wally.

Ditegaskannya pula, bahwa apa yang sementara dia lakukan sesuatu yang di luar ketentuan negara, ini pembohongan publik dan menjadi permasalahan di Papua. Jika saat ini dia melakukan pembukaan pendaftaran, nanti akan jadi masalah di KPU. Kegiatan dia di Hotel Andalucia dikatakan bahwa bapak Hendro tidak sah, dan atas itu kami sudah membuat laporan ke Polda Papua.

"Saya sudah dapat mandat untuk melaporkan ke polisi, terkait pencemaran nama baik. Dan sekarang sudah tinggal tindak lanjut polisi, dan dua saksi kami sudah siap untuk memberikan keterangan kepada polisi," ujar Wally.

Dibaca 26 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.