Disperindag Kabupaten Jayapura Tera Ulang Alat Ukur di SPBU | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Ilustrasi. Ilustrasi.

Disperindag Kabupaten Jayapura Tera Ulang Alat Ukur di SPBU

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 13 September 2017 20:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Alat ukur berupa timbangan kerap dimanfaatkan oknum nakal untuk meraup keuntungan lebih. Cara yang biasa dilakukan adalah memodifikasi alat ukur sedemikian rupa.

Guna melindungi konsumen dari tindakan curang seperti itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura, Rabu (13/9/17), melakukan kegiatan tera ulang terhadap seluruh alat ukur yang ada di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kegiatan tera ulang dilaksanakan Disperindag Kabupaten Jayapura bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Papua.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penyuluhan Metrologi pada Disperindag Kabupaten Jayapura, Harun Warpur saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan Disperindag melakukan inspeksi mendadak di SPBU yang ada di Kota Sentani.

"Pemeriksaan ini untuk perlindungan konsumen, sehingga saat beli BBM (Bahan Bakar Minyak), tepat ukuran. Jadi, tujuan tera ulang ini untuk mengawasi dan memastikan semua alat ukur sesuai standar. Sehingga seluruh konsumen bisa terlindungi," kata Harun Warpur ketika menjawab pertanyaan harian ini di lokasi SPBU yang ada di pusat Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Selain di SPBU, Harun juga mengungkapkan bahwa kegiatan tera ulang juga sempat dilakukan pihaknya di pasar-pasar tradisional maupun di jembatan timbang.

"Dari hasil kegiatan tersebut, tidak ada masalah terkait alat ukur di SPBU yang ada disini," ujarnya.

Harun mengatakan, kegiatan tera ulang serupa rencananya juga akan kembali dilaksanakannya ke seluruh pasar di Kabupaten Jayapura.

"Kami dalam waktu dekat akan kembali melaksanakan kegiatan tera ulang di pasar-pasar yang ada di daerah ini," tutupnya.

Dibaca 56 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.