Pasific Pos.com | Puluhan Pelamar Pendamping Dana Desa Mengadu ke DPR Papua

  |  21 September, 2017

Para pelamar pendamping desa mengadu ke DPR Papua yang diterima oleh Ketua Komisi V DPR Papua Nioulen Kotouki dan Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long di ruang rapat Komisi I DPR Papua, Rabu (13/9/17). Para pelamar pendamping desa mengadu ke DPR Papua yang diterima oleh Ketua Komisi V DPR Papua Nioulen Kotouki dan Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long di ruang rapat Komisi I DPR Papua, Rabu (13/9/17).

Puluhan Pelamar Pendamping Dana Desa Mengadu ke DPR Papua

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 13 September 2017 19:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Puluhan pelamar pendamping dan desa mengadu ke DPR Papua, mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki dan Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long diruang Komisi I DPR Papua, Rabu (13/9/17).

Hal tersebut mereka lakukan lantaran mereka tak puas akibat tidak lolos dalam proses seleksi pendamping desa yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Dihadapan kedua anggota DPRP, Koordinator Pelamar Pendamping Desa, Jhon Matuan mengungkapkan, jika masalah penerimaan pendamping dana desa atau kampung ini, ada sekitar 1.000 lebih yang ikut tes online dari 10 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua.

“Ini tes online. Berkas kurang satu saja, ditolak. Saat pengumuman pada 6 September, banyak yang tidak lolos,” kata Jhon Matuan.

Untuk itu,  pihaknya mempertanyakan alasan banyak sarjana dari pegunungan tengah Papua yang tidak lolos dalam tes penerimaan pendamping desa itu.

“Kepala BPMK Provinsi Papua, Donatus Motte harus bertanggungjawab. Kami pertanyakan ini ada apa?,” tandasnya.

Terkait salah satu nama yang menjadi  perhatian dalam pengumuman pendamping desa itu, ia  juga meminta BPMK Provinsi Papua bertanggungjawab, karena menyangkut harga diri orang Papua.

“Nama-nama yang keluar itu memang sama-sama mendaftar, tapi kenapa mereka lolos administrasi, sedangkan kami tidak? Padahal administrasi ini kami lengkap,” keselnya.

Diakuinya kekesalannya ini lantaran pernyataan Kepala BPMK Provinsi Papua yang menyatakan bahwa tidak ada sarjana teknis dari pegunungan.

“Padahal ini banyak dari Laa Pago. Kami sudah kumpulkan dan akan kami bawa ke BPMK. Kami  juga berharap DPR Papua mau memperjuangkan aspirasi kami ini, ” tandadnya.

Sementara itu, Korlab Pelamar Pendamping Desa, Edison Niman menambahkan, jika ia kesal banyak anak-anak Pegunungan tak lolos dalam seleksi pendamping desa ini.

 “Mereka yang lolos, nama-namanya tak jelas. Anak daerah justru tidak lolos. Ini yang kami pertanyakan, sehingga kami lakukan  aksi di Kota Jayapura,” ujarnya.

Dikatakan,  saat bertemu dengan Kepala BPMK di Grand Abe Hotel beberapa hari lalu, pihaknya sudah meminta agar tes ditunda dulu untuk mencari solusi, namun Kepala BPMK ambil kebijakan sendiri.

“Janjinya akan rekrut ulang. Dia suruh kumpulkan berkas dan bawa turun,” bebernya.

Usai menerima aspirasi itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki berharap mestinya harus ada proteksi terhadap Orang Asli Papua yang dilakukan BPMK Provinsi Papua, sekaligus mengurangi angka pengangguran di Papua.

“Kami harap mestinya tidak ada masalah dalam rekrutmen ini. Kasihan mereka yang sudah ikut, namun gagal, sehingga harus dikomunikasikan dengan baik, " tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan memanggil BPMK Provinsi Papua dan pelamar pendamping desa ini untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Bahkan, tandas Nioluen Kotouki, hal ini harus menjadi evaluasi dan catatan khusus bagi BPMK sehingga tak menimbulkan masalah lagi.

“Kami akan menyurati secara resmi agar Kamis (14/9) hari ini pukul 11.00 WIT, BPMK bisa hadir dan menjelaskan serta harus dicarikan solusinya,”  ujar Nioluen.

Masih ditempat yang sama, Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long menambahkan, prinsipnya DPR Papua akan memperjuangkan nasib mereka yang merasa digugurkan dalam penerimaan pendamping desa ini.
Politisi Partai Golkar ini berharap BPMK harus membuka diri mendengar dan menerima aspirasi mereka, sehingga ada solusi konkrit untuk mengakomodir mereka.

"Tadi kita sepakat besok akan menggelar rapat dengar pendapat dengan BPMK bersama mereka. Kita doakan agar ada solusi yang positif, " tutup Along sapaan akrab dari Tan Wie Long. (TIARA)

Dibaca 30 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.