Sosilisasi Pengadaan Tanah Untuk PLBN Terpadu Skow | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Kegiatan sosilisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skow yang digelar di aula kantor distrik Muara Tami skow Mabo kota Jayapura, Selasa (12/9/17). Kegiatan sosilisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skow yang digelar di aula kantor distrik Muara Tami skow Mabo kota Jayapura, Selasa (12/9/17).

Sosilisasi Pengadaan Tanah Untuk PLBN Terpadu Skow

Lintas Daerah Penulis  Selasa, 12 September 2017 22:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Sosilisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skow dalam rangka inventarisasi dan identifikasi satgas A dan B kantor wilayah BPN provinsi  Papua digelar  di aula kantor distrik Muara Tami skow Mabo kota Jayapura, Selasa (12/9/17).

Tampak hadir dalam sosialisasi ini  Yan Numbiri (Ketua pelaksana PLBN), Siti Gerhana (Kabid pengadaan aset Tanah Prop Papua), Supriyanto S.STP (kadistrik muara tami), Patut Tambunan (ketua satgas A BPN Prop Papua),  Daniel Tuarisa (ketua Satgas B BPN Prop Papua), Kompol Muh. Muhkabsi (Kapolsek Muara Tami), Letda Ckm Sri Purwanto (Pakum satgas 432/WSJ), Pelda Bambang (Batuud Ramil 1701-22/MT mewakili Danramil) dan Stenlis Cilong (Ondoafi Batas)
Kadistrik Muara Tami, Supriyanto S.STP mengatakan bahwa pertemuan ini adalah tahapan pengadaan tanah PLBN yang akan dijelaskan oleh pihak BPN dan kami mohon bagi pemilik tanah adat supaya bisa menghargai proses ini.

"Kami berharap kepada pemilik tanah adat harus ada saksi tetangga kanan kiri supaya pemilik tanah adat jelas dan transparan dan tidak ada interpensi dari pihak manapun dan kami sampaikan kepada pemilik hak ulayat supaya menanyakan kepada BPN hal hal menyangkut hak ulayat tanah," ujar Kadistrik.

Sementara itu Siti Gerhana selaku kabid pengadaan aset tanah Propinsi Papua mengatakan, bahwa tahapan sosialisasi kepada pemilik hak tanah secara garis besar satgas A dan satgas B supaya menjelaskan pada penggumuman nanti setelah 14 hari jika tidak setuju maka dari tim  identifikasi bisa musyawarah dan apabila tidak ada permasalahan dari tim satgas A dan B maka proses ini akan dilanjutkan proses tahapan.

"Perlu kami sampaikan BPN akan menyerahan surat-surat setelah dilakukan identifikasi oleh satgas A dan B dan apabila dalam tahapan tahapan tidak ada kendala maka pembayaran akan segera dilakukan," ujar Siti.

Siti lebih lanjut berharap agar ondo dapat memahami proses proses yang akan  dilalui dan segala sesuatunya akan kordinasi dengan instasi tetkait.

"Apabila bapak ondo/pemilik tanah kurang jelas supaya menanyakan langsung kepada petugas satgas A dan B," ujar Siti.

Mendengar penjelasan ini Stenlis Cilong selaku ondoafi menyatakan dukungannya  terhadap proses tahapan tahapan yang yang akan dilakukan oleh BPN.

"Kami tidak terlalu mempermasalahkan ganti rugi tanah karena tanah ini peninggalan leluhur kami jadi apapun keputusan pemerintah saya sangat mendukung dan nantinya kalau memang ganti rugi sudah cair uangnya saya akan sumbangkan ke gereja gereja," uhar Stenlis Cilong.

kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan penunjauan ke lokasi tanah yang akan diganti rugi.

Dibaca 69 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.