Pasific Pos.com | Gubernur ‘Sindir’ Sriwijaya Air yang Tak Kunjung Dievakuasi

  |  21 September, 2017

Gubernur ‘Sindir’ Sriwijaya Air yang Tak Kunjung Dievakuasi

Papua Barat Penulis  Selasa, 12 September 2017 21:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir di Bandara Rendani, Manokwari, 31 Agustus 2017 lalu, tak kunjung dievakuasi dari areal Bandara Rendani, Manokwari.
Badan pesawat yang kini dicat berwarna putih, sehingga tidak menampakkan nama pesawat, masih terparkir dan terus menerus menjadi pemandangan kurang menyedapkan bagi calon penumpang.

Keberadaan ‘bangkai’ pesawat ini sempat disinggung Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam jamuan makan malam bersama rombongan Komisi V DPR-RI dengan agenda kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Jumat (8/9) malam.

“Terima kasih, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, Komisi V DPR-RI sudah dua kali datang ke Manokwari, Papua Barat. Beberapa bulan lalu, Komisi V juga datang pasca-tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air, walau pun badan pesawat itu sampai sekarang belum dievakuasi dari Bandara Rendani,” sindir Mandacan.

Diungkapkan Gubernur, insiden kecelakaan pesawat di Bandara Rendani, sudah 3 kali terjadi. Pertama, pesawat Expressair yang tergelincir, tetapi tidak terlalu jauh dari landasan.
Lanjut Mandacan, disusul maskapai Merpati tergelincir sampai masuk ke kali, dan badan pesawat patah. Namun, lanjut Mandacan, puji Tuhan, semua penumpang selamat dan terakhir, peristiwa tergelincirnya, pesawat Sriwijaya Air.

“Panjang landasan (runway) masih 2.000 meter, belum memenuhi standar melayani pendaratan pesawat berbadan besar. Kita tidak ingin kasus serupa terulang lagi,” kata Mandacan yang kembali meminta dukungan Komisi V dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat peningkatan dan perpanjangan Bandara Rendani.

Sebelumnya diberitakan, 2 pekan pasca-tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air, Komisi V langsung datang ke Manokwari untuk melihat dari dekat kondisi Bandara Rendani dan pesawat Sriwijaya yang tergelincir.
Dalam peninjauan dan pertemuan antara Komisi V, Pemprov Papua Barat, maupun instansi terkait, Komisi V meminta badan pesawat segera dievakuasi dari terminal Bandara Rendani, tetapi faktanya sampai sekarang badan pesawat itu tak kunjung dievakuasi.

“Di samping untuk menghilangkan rasa trauma para penumpang, kami minta pihak maskapai segera mengevakuasi badan pesawat itu dari terminal parkir Bandara Rendani. Ini juga untuk mengoptimalkan aktivitas di Bandara Rendani,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Michael Wattimena di Kantor Gubernur Papua Barat, beberapa waktu lalu. [K&K-R1]

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.