Orgenes Kaway : Nilai Pengembalian Miras Jadi Sejarah di Kabupaten Jayapura | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Legislator Papua, Orgenes Kaway. Legislator Papua, Orgenes Kaway.

Orgenes Kaway : Nilai Pengembalian Miras Jadi Sejarah di Kabupaten Jayapura

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 12 September 2017 08:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura  : Legislator Papua, Orgenes Kaway menilai pengembalian 1 kontainer berisi ribuan botol minuman keras sebagai sejarah di Kabupaten Jayapura.  Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh pemerintah serta aparat di Kabupaten Jayapura sebagai tindakan tegas dan pembuktian  bahwa Kabupaten Jayapura, betul-betul mengaplikasikan Perda Miras serta penolakan adanya miras di Kabupaten tersebut.

Apalagi lanjut Kaway, pengembalian 1 kontainer miras ke daerah asal di Surabaya itu, dilepas langsung Sekda Kabupaten Jayapura, Yerry F Dien disaksikan Muspida Jayapura, tokoh agama, tokoh adat dan puluhan masyarakat yang ikut menyaksikan.

Bahkan  kata Orgenes Kaway, pengembalian 1 kontainer miras itu dikawal hingga Pelabuhan Jayapura dan diberangkat dengan kapal barang menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok, Surabaya, Jawa Timur.

“Ini merupakan peristiwa sejarah yang luar biasa. Ini baru terjadi barang yang mau dimusnahkan harus dikembalikan, ini sesuatu yang aneh tapi nyata yang terjadi di Jayapura,” kata Orgenes Kaway, Senin (11/9).

Ia menilai pengembalian miras itu juga wajar, karena rencananya akan dimusnahkan karena Kabupaten Jayapura sudah ada keputusan sebagai wilayah bebas alkohol.

Apalagi, lanjut Ondoafi Kampung Bambar ini, sejak ditandatangani pakta integritas, Pemkab Jayapura terus berupaya menutup peredaran miras untuk menjaga situasi kamtibmas di daerah itu.

Orgenes jika memang tindakan ini sesuai dengan aturan dan ada regulasi yang tidak pas di Kabupaten Jayapura bahkan Kota Jayapura, perda yang mereka buat itu bukanlah pelarangan, sehingga ada celah sehingga membuat Pemkab Jayapura tidak bisa memusnahkan miras tersebut, tetapi dikembalikan ke daerah asal.

“Di situ saya sampaikan kalau memang minuman keras di Kabupaten Jayapura sudah resmi ditutup tapi selama ini kan masih ada distributor yang  secara diam-diam menyalurkan. Saya harap tidak balik lagi dan diedarkan di Jayapura,” tandasnya.

Untuk itu,  kta ondoafi doyo ini,  pengembalian miras ke daerah asal itu meski banyak perbedaan pendapat, namun hal itu membuktikan bahwa Kabupaten Jayapura menolak miras.

“Itu bukti kami masyarakat Kabupaten Jayapura menolak miras. Bukan saja dengan dihancurkan baru kita bilang ini daerah bebas Miras tapi dengan pengembalian satu satu konteiner yang berisikan Miras kembali ke  daerah asalnya,  itu suatu tindakan yang luar biasa,” pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.