PUPR Lebih Prioritaskan Bangun Jalan Tembus Papua | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono. Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono.

PUPR Lebih Prioritaskan Bangun Jalan Tembus Papua

Headline Penulis  Minggu, 10 September 2017 18:59 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA, - Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono membantah penghentian anggaran ABPN untuk Jalan Ringroad Hamadi, disebabkan persoalan hak ulayat masyarakat setempat. “Ngak, saya tidak pernah ada laporan seperti itu,” kata Basoeki, usai pembukaan PIT HAHTI ke 34, di Auditorium Universitas Cenderawasih Papua, Jumat (8/9) malam.

Ia mengaku, kementrian lebih memprioritaskan pekerjaan jalan tembus dulu dibanding dengan pekerjaan peningkatan jalan maupun jembatan.  Ia mencontohkan pembiayaan jalan yang didepan kantor balai,  dipidahkan untuk pekerjaan Mamugu-Wamena. “ Kenapa kita lebih prioritas itu, supaya ada penuruanan harga di daerah dulu, sekarang kalau kita punya uang mana yang dilebihdulukan? Jalan yang belum tembus atau perbaiki jalan yang sudah ada?,” katanya lagi sembari mengaku tidak menutup kemungkinan akan ada anggaran untuk pembangunan jalan ringroad tersebut.

Yang pasti untuk kedepan akan dianggarkan lagi, lanjutnya, sebab pemerintah saat ini lebih memprioritaskan yang lebih penting dulu. “ya pasti kita tetap memprioritaskan yang belum tembus itu untuk dikerjakan, nanti kalau disana sudah tembus baru disini dilebari. Kalau jalan itu sudah dibangun kurang lebar, ada juga yang kurang panjang nah itu tidak akan ada habisnya, makanya kementrian memprioritaskan yang lebih penting dulu,” katanya

Pastinya, kata Basoeki, tidak ada hal lain yang menjadi latar belakang belum adanya anggaran untuk jalan ringroad. “waktu saya kesini saya tanya mana yang mau dilebar ternyata jalannya ditengah kota  padahal di Mamuugu masih butuh anggaran, sehingga anggaran itu saya alihkan kesana dulu. Jadi hanya masalah prioritas saja,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat sudah menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp4 Triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di Papua dan Papua Barat.

“Untuk Papua setiap tahun jalan misalnya sekitar Rp4 triliun,” katanya.

Hingga pertengahan 2017, katanya sudah 3800 KM jalan yang tersambung dari target pembangunan 4300 KM jalan Trans Papua. “Jadi bisa dipersentasikan sudah cukup besar hasil yang di kerjakan pemerintah, kita tetap targetkan tahun depan sekitar 300 KM akan dilakukan pembangunan, diharapkan 2019 semua jalan di Papua dan  Papua Barat sudah tersambung,” jelasnya.

Pembangunan jalan dan jembatan di Papua, kata Basoeki, tidak hanya bersumber  dari APBN saja, ada yang bersumber dari APBD dan DAK. “Saya pikir anggaran ini sangat besar sekali, kalau tugas APBN lebih kepada jalan Trans Papua dan perbatasan,” lanjutnya.

Dibaca 85 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.