Pasific Pos.com | Ratusan Masyarakat Kepung Kantor Gubernur Papua

  |  21 September, 2017

Aksi unjuk rasa masyarakat dengan membawa puluhan poster dan juga spanduk bertuliskan, 'Stop Kriminalisasi Lukas Enembe' dengan hastag #SaveGubernurPapua #LukasEnembe di kantor Gubernur Dok II, Jumat (8/9/17). Aksi unjuk rasa masyarakat dengan membawa puluhan poster dan juga spanduk bertuliskan, 'Stop Kriminalisasi Lukas Enembe' dengan hastag #SaveGubernurPapua #LukasEnembe di kantor Gubernur Dok II, Jumat (8/9/17).

Ratusan Masyarakat Kepung Kantor Gubernur Papua

Headline Penulis  Jumat, 08 September 2017 15:30 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Ratusan masyarakat Papua kepung kantor Gubernur Dok II Jayapura, Aksi  tersebut dilakukan pemanggilan Gubernur Lukas Enembe di Mabes Polri terkait dengan dugaan korupsi dana mahasiswa luar negeri tahun 2016.

aksi unjuk rasa ini dimulai pukul 11.00 WIT, puluhan poster dan juga spanduk bertuliskan, 'Stop Kriminalisasi Lukas Enembe' dengan hastag #SaveGubernurPapua #LukasEnembe dibawa oleh para pengunjuk rasa.
Koordinator aksi massa, Benyamin Gurik mengatakan, aksi masyarakat ini adalah sebagai bentuk  protes terhadap Penyidik Bareskrim Polri yang melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi dana beasiswa luar negeri di Biro SDM tahun 2016.

"Setelah kita mendengar informasi terkait pemeriksaan gubernur dan kita berdiskusi serta mengkajinya, kami menyimpulkan kasus ini terkesan dipaksakan, tidak jelas kasus ini yang mau diungkapkan sebenarnya apa," Katanya.
Menurutnya, dana beasiswa tersebut dikelola oleh instansi teknis yakni biro SDM.  "Harusnya jika memang ada temuan, pasti BPK sudah mengetahuinya, tapi ini kan tidak ada. Lalu kalau  Polri punya bukti harus instansi teknis yang diperiksa dulu, ditetapkan tersangka lalu untuk keperluan bukti tambahan baru periksa gubernur," bebernya.

baca juga, Relawan Jilid II Nilai Kriminalisasi LE Sebagai Manufer Politik Lawan

Benyamin mengaku, upaya kriminalisasi Gubernur saat ini seperti mengulang kasus dugaan korupsi di Dinas PU Papua awal Januari lalu. Dimana Gubernur dikabarkan terlibat dalam kasus yang ditangani KPK tersebut.
"Katanya Gubernur diperiksa KPK tapi buktinya kabar itu tidak terbukti sampai sekarang. Sama halnya kasus Pilkada Tolikara, dimana Polda Papua tetapkan Gubernur sebagian tersangka, tapi juga tidak terbukti dan kasusnya dihentikan," tukasnya.

Mewakili masyarakat Papua, Benyamin berharap lembaga Kepolisian tidak dimanfaatkan dan dikendalikan oleh siapapun juga. Sebab, katanya, jika dilihat apa yang terjadi hanya untuk merusak citra dan nama baik gubernur. Dan itu membuat  orang Papua kecewa.

" Kita minta Presiden juga Kapolri segera mengambil sikap. Jangan yang kayak kemarin Kapolri uplod foto bersama Gubernur dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw (Digadang gadang bakal maju calon Gubernur Papua-red)  kita tidak butuh itu ! Karena menyebut namanya saja jelang pemilu itu, sudah merusak citranya itu yang kita berharap tidak terjadi lagi ke depan," tegasnya.

Namun, lanjut Benyamin, sebagai orang Papua tidak akan tinggal diam, apalagi sosok Lukas Enembe dalam empat tahun memimpin banyak gebrakan yang telah dibuat untuk menjaga dan melindungi masyarakatnya, khususnya orang asli Papua. Dan tentunya, kami sebagai orang asli Papua siap mati untuk membela seorang Lukas Enembe.

Benyamin juga mengingatkan, kasus ini jangan seperti ada intimidasi teror seperti yang dilakukan kepolisian, ini membunuh karakter orang papua, supaya orang papua kalau jadi gubernur jangan kayak Lukas Enembe, nanti kalian ditangkap.  "Ini kan menyerang psikologis masyarakat, padahal Lukas Enembe tidak pernah melawan hukum makanya kita akan lawan," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Limnas Musa Isir yang menerima aksi masa mengatakan, aspirasi yang disampaikan akan disampaikan kepada pimpinannya.
“sekarang ini, semua pimpinan ada di Jakarta, terima kasih kepada masyarakat yang sudah melakukan aspirasinya dengan tertib,” ujarnya.

Sementara itu Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait mengatakan, setelah menerima surat ijin keramaian untuk pelaksanaan unjuk rasa hari ini, pihaknya langsung menyiapkan fasilitas kendaraan untuk mobilisasi massa. Ia menyebutkan, untuk pengamanan setidaknya diturunkan kurang lebih 400 personil.

Dibaca 90 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.