Pasific Pos.com | Kemenangan MANIS Bersifat Final dan Mengikat

  |  23 October, 2017

Anggota DPR RI asal Tolikara, Willem Wandik, S.Sos. (foto MPR RI) Anggota DPR RI asal Tolikara, Willem Wandik, S.Sos. (foto MPR RI)

Kemenangan MANIS Bersifat Final dan Mengikat

Headline Penulis  Rabu, 06 September 2017 20:43 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Jayapura,- Dalam waktu dekat ini, Kementerian Dalam Negeri bakal menindaklanjuti proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara terpilih, Usman G Wanimbo dan Dinus Wanimbo periode 2017-2022. Demikian diungkapkan Anggota DPR RI asal Tolikara, Willem Wandik, S.Sos.

Dimana sebelumnya, proses pelantikan yang mengalami penundaan, pasca kemenangan pasangan bupati terpilih di Mahkamah Konstitusi (MK) atau yang disingkat MANIS beberapa waktu lalu.
Menurut Politisi Partai Demokrat ini, informasi dari konstituen menyebutkan jika di Tolikara hampir terjadi konflik horisontal akibat penundaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Untuk itu,  dirinya telah berusaha keras agar dapat menemui Mendagri Tjahjo Kumolo untuk menginformasikan situasi di sana.
“Pak Mentri langsung pucat mendengarnya. Dan beliau berjanji dalam minggu ini akan menindaklanjuti,” kata Willem Wandik ketika dihubungi Pasifik Pos lewat telepon selulernya, Rabu (6/9).

Legislator ini menandaskan bahwa,  kemenangan Usman dan Dinus Wanimbo di Pilkada Tolikara hingga keluarnya putusan MK RI Nomor 14/PHP.BUP-XV/2017  pada sengketa Pilkada lalu bersifat final dan mengikat.

"Jika masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan berarti telah melakukan abuse of power, " tandasnya.
Karena itu, tegas Willem Wandik, wajib hukumnya bagi Kemendagri untuk menjalankan keputusan MK.

Menurut wakil rakyat di DPR RI ini,  sejak tahapan pilkada Tolikara hingga keputusan MK, situasi politik dan keamanan di Tolikara sudah kondusif.

Namun,  lanjut Willem Wandik, dengan adanya surat Kemendagri Nomor: 270/6282/OTDA yang menangguhkan pelantikan pasangan kepala daerah terpilih Tolikara dan ditandatangani Dirjen, 23 Agustus lalu, membuat masyarakat setempat resah dan nyaris terjadi gesekan.

“Masak alasan penundaannya karena mau minta keterangan untuk mendapatkan substansi dari aduan masyarakat? Dan anehnya  yang adukan itu dari kubu yang kalah di MK, " ketusnya.
Ia berharap, agar masyarakat Tolikara tetap tenang, jangan gampang terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan, sehingga tidak terjadi konflik dan perang antar saudara di sana yang tidak kita inginkan.

"Semua harus bersatu dan tetap tenang sehingga  Kemenangan Usman G Wanimbo dan Dinus Wanimbo (MANIS)  harus bisa mempersatukan semuanya, " tutup Willem Wandik. (Tiara)

Dibaca 263 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini