Sagrim: Masyarakat Maybrat Adalah Raja dan Ratu yang Harus Dilayani | Pasific Pos.com

| 27 June, 2019 |

Sagrim: Masyarakat Maybrat Adalah Raja dan Ratu yang Harus Dilayani

Papua Barat Penulis  Rabu, 23 Agustus 2017 22:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Maybrat periode 2017-2022, Bernard Sagrim-Paskalis Kocu, Selasa, 22 Agustus 2017.
Setelah dilantik, Bupati Maybrat mengaku dirinya bersama Wakil Bupati akan mewujudkan visi dan misinya sesuai komitmen bahwa masyarakat Maybrat adalah raja dan ratu atau tuan dan nyonya yang harus dilayani.

“Artinya, masyarakat di atas segala-galanya, apa yang masyarakat mau, harus kita lakukan,” ujar Sagrim kepada para wartawan di Auditorium PPK Arfai, Manokwari, Selasa (22/8).
Ia mengatakan, ada beberapa kebijakan yang akan dilakukan, pertama merekrut tenaga pendamping dari putra asli daerah yang berlatar belakang pendidikan S1 guna mengurangi jumlah pengangguran.

Dijelaskan Bupati, nantinya pendamping akan bertugas mengawasi semua kebijakan pembangunan yang dikerjakannya dan Wakil Bupati, dari distrik, kampung, kelurahan, sampai ke kabupaten.
Kedua, lanjut dia, menempatkan tenaga kesehatan yang belum memiliki pekerjaan di setiap kampung, dibiayai dari dana kampung.

Di samping itu, ia mengatakan, Pemkab Maybrat juga akan menempatkan tenaga pendidik khusus bela Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) guna menepis pandangan banyak pihak bahwa Papua ingin merdeka.
“Maybrat, 100 putra asli Papua. Untuk itu, kita tanamkan rasa cinta NKRI kepada mereka agar semua orang lihat bahwa orang Papua juga fanatisme terhadap NKRI,” tukasnya.

Disinggung tentang oknum yang tidak menyetujui pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Maybrat, Sagrim menegaskan itu, bukan masalah, tetapi dirinya bersama Wakil Bupati siap merangkul semua pihak.
“Motto kami, satu hati, satu komitmen, apa yang bisa kita lakukan yang terbaik bagi semua orang Maybrat, orang Papua, dan orang Indonesia,” tukasnya.
Dicecar tentang rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Maybrat, Bupati menegaskan, itu menjadi urusan Pemerintah Pusat. [BOM-R1]

Dibaca 700 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.