Pasific Pos.com | Legislator Minta Freeport Tanggung Jawab

  |  21 September, 2017

Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai

Legislator Minta Freeport Tanggung Jawab

Headline Penulis  Senin, 21 Agustus 2017 23:19 font size decrease font size increase font size 1
Beri rating artikel ini
(6 voting)

Jayapura,- Anggota Komisi I DPR Papua, Wilhelmus Pigai menyesalkan tindakan represif aparat keamanan saat membubarkan paksa aksi ribuan karyawan korban PHK di jalan tambang, Mile Point 28, Timika, akhir pekan kemarin.
Legislator asal Mimika ini mengatakan, tindakan refresif aparat keamanan tidak seharusnya dikedepankan dalam menghadapi ribuan massa, apalagi mereka adalah korban PHK sepihak oleh manajemen PT Freeport Indonesia dan perusahaan kontraktornya.

 “Tidak seharusnya aparat menggunakan peluru dan semprotan gas air mata untuk membubarkan mereka secara paksa, akibatnya karyawan menjadi brutal dan terjadi kerusuhan menjalar ke mana-mana," kata Wilhelmus Pigai , via selularnya, Senin (21/8/17).

Politisi Partai Hanura ini meminta Kapolda Papua agar memerintahkan Kapolres Mimika untuk mengedepankan pendekatan persuasif bersifat dialogis kepada para karyawan korban PHK.
“Saya minta dengan tegas agar aparat keamanan tidak bertindak berlebihan yang terkesan lebih melindungi PT Freeport Indonesia, ketimbang melindungi warga negaranya yang menjadi korban PHK,” tandasnya.
Terkait hal itu, Wilhelmus Pigai mendesak PT Freeport Indonesia harus bertanggungjawab atas kejadian di Mimika tersebut.

"Freeport harus bertanggung jawab atas kejadian ini yang mengakibatkan situasi traumatis hingga karyawan tertembak," tandasnya.
Lebih lanjut, Feeport harus lebih membuka diri untuk mengembalikan sekitar 8.100 karyawan yang telah diberhentikan secara sepihak akibat mogok kerja tersebut.

Sebab, kata Wilhelmus Pigai, PHK secara sepihak oleh perusahaan tidak sesuai dengan amanat UU Ketenagakerjaan. PHK bisa dilakukan jika ada keputusan dari Pengadilan Hubungan Industrial.
Wilhelmus Pigai juga mendesak kepolisian segera melepaskan lebih dari 60 karyawan korban PHK yang kini ditahan pascakerusuhan di Timika pada akhir pekan kemarin.

"Tolong bapak Kapolda segera lepaskan mereka untuk menjaga situasi ke depan yang lebih kondusif di Timika," imbuhnya.
Sebelumnya, Ratusan karyawan  melakukan aksi mogok menyerbu Check Point 28 yang berada di samping Bandara Mozes Kilangin, Timika. Mereka membakar empat mobil, puluhan motor, gardu listrik, dan merusak pos sekuriti. Aksi ini dikarenakan adanya PHK sepihak yang dilakukan Pt Freeport Indonesia. (Tres)

Dibaca 408 kali

1 comment

  • Comment Link Darwis Selasa, 22 Agustus 2017 10:32 posted by Darwis

    Tidak ada asap kalau tidak ada api, sayangnya sebagian orang cuma berusaha menghilangkan asapnya tanpa berusaha memadamkan apinya.

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.