Mathea Mamoyao: DKP Mimika Harus Tanggung Jawab

  |  August 18, 2017

Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao

Mathea Mamoyao: DKP Mimika Harus Tanggung Jawab

Sosial & Politik Written by  Minggu, 13 Agustus 2017 21:44 0
Rate this item
(0 votes)

Jayapura – Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao menyatakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mimika harus  bertanggung jawab atas kejadian konflik kelompok nelayan di Timika, pekan lalu.
Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Mimika ini, menuding jika bentrok antar kelompok nelayan ini, merupakan dampak dari kelalaian Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

“Ini dampak  dari kelalaian  DKP Mimika.  Jadi, mereka harus bertanggungjawab,” tegas Mathea Mamoyao didampingi Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, pemicu bentrokan antar kelompok nelayan itu, lantaran DKP Mimika tidak jujur dalam memberikan bantuan alat-alat penangkapan ikan untuk masyarakat asli pesisir di Kabupaten Mimika.

Bahkan, Mathea menuding DKP Kabupaten Mimika lebih banyak memberikan bantuan alat penangkapan ikan kepada nelayan non Papua, bukan memprioritaskan nelayan asli Papua.
“Ada indikasi kerjasama antara oknum-oknum di DKP Mimika dan aparat, karena saya sebagai orang asli Kamoro, saya pernah melihat lansung proses  penangkapan ikan di laut pesisir Mimika dengan hasil yang melimpah, sehingga timbul kecemburuan bagi nelayan. Kalau ada pemberian ketinting bagi nelayan OAP, itu tidak banyak,” tandasnya.

Lebih lanjut, Mathea menegaskan  mestinya DKP Mimika memprioritaskan bantuan kepada nelayan OAP dan membina serta memberdayakan masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan mereka.
 “Saya tidak mau dengar jika mereka bilang orang asli itu hari ini menangkap besok habis. Karena tidak ada pemberdayaan yang baik terhadap nelayan OAP,” tandasnya.

Selain itu, soal bantuan alat tangkap ikan yang diberikan kepada nelayan itu, Mathea menuding jika DKP Mimika melakukan pembodohan dan penipuan terhadap nelayan OAP, khususnya orang-orang Kamoro.
 Ia meminta kepada Lemasko untuk tidak tinggal diam dan tutup mata  dalam masalah bentrok antar nelayan di Pomako Kabupaten Mimika tersebut.

 Mathea menilai jika bentrok antar kelompok nelayan itu, merupakan akumulasi puncak kekecewaan yang dialami oleh nelayan OAP di Mimika, yang tidak puas terhadap DKP Mimika.
 “DKP memberikan peluang termasuk memberikan es batu dijual belikan kepada orang-orang asli itu. Ini memang sangat saya tidak setuju soal pemberdayaan yang dilakukan DKP, karena tidak sampai pada pemasarannya,” imbuhnya. (Tiara)

Read 21 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.