Upaya Polres Jayapura Kota Bagi yang Terlibat Organisasi HTI

  |  August 18, 2017

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait. Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait.

Upaya Polres Jayapura Kota Bagi yang Terlibat Organisasi HTI

Kota Jayapura Written by  Sabtu, 12 Agustus 2017 12:16 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA, - Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017, yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 203 tentang organisasi masyarakat (Ormas).
Perppu itu di buat setelah pemerintah mengumumkan setelah mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang di anggap anti-Pancasila.

Guna mengembalikan ideologi Pancasila kepada masyarakat yang terlibat dalam HTI, Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait, pada Jumat (11/8) di Kantor Wali Kota Jayapura mengatakan, pihaknya berupaya dengan merekrut kepada pihak yang terlibat HTI untuk kemudian di rubah ideloginya agar kembali pada Pancasila.

"Ayo kita antisipasi bersama. Bagi yang merasa ada di wilayahnya (RT/RW) di kelola dengan baik dengan penyelesaian yang baik. Organisasi ini AD/ADRT bertentangan karena tidak mendukung Pancasila," kata Marison.
Hal itu dilakukan agar masyarakat bersama-sama mencegah radikalisme demi keamanan, kenyamanan dan kertiban. Kota Jayapura merupakan kota pluralisme, sosial dan budaya yang beragam, sehingga ketika persoalan di kaitkan dengan suku sangat vital.

"Persoalannya karena pamahaman terlalu sempit, yang kemudian di kelola orang tertentu sehingga permasalahn menjadi besar, sehingga terjadi keributan antara suku. Pemahamn ini harus kita kikis pelan-pelan," kata Marison.
Keadaan itu merupakan satu faktor kerawanan dalam bidang ketahanan idiologi terhadap barbagai pengaruh baik dari dalam maupun dari luar.

"Upaya kami dengan pemerintah kota berupaya untuk mengelola situasi kamtibmas, yaitu operasi zebra matoa, simpatik matoa, dan berbagai kegiatan lainnya agar setiap tempat menjadi aman dan nyaman. Kami juga melakukan penegakan hukum," kata Marison.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan kepada para guru-guru di setiap satuan pendidikan untuk mengingatkan para siswanya agar menjauhi paham radikalisme.

"Penanganan HTI perlu di koordinasikan dengan pihak sekolah untuk mengantisipasi HTI," kata Wayan.

Read 13 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.